7 Anak Muda yang Bisa Mengakselerasi Perkembangan Teknologi Indonesia

7 Anak Muda yang Bisa Mengakselerasi Perkembangan Teknologi Indonesia

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jumat, 29 Jan 2021 11:05 WIB
ilustrasi startup
Ilustrasi startup. Foto: Internet
Jakarta -

Beberapa tahun belakangan perkembangan teknologi dan digital di Indonesia terus meningkat, salah satunya lewat jumlah startup yang terus bertambah.

Menkominfo Johnny G Plate menyebut, berdasar data Startup Ranking, Indonesia adalah negara nomor lima di dunia dengan jumlah startup terbanyak, yaitu 2.193 pada 2019, dan sejauh ini sudah ada empat startup berstatus unicorn serta satu decacorn.

Mayoritas startup tersebut dirintis oleh anak muda, antara 25 sampai 38 tahun. Jadi bisa dibilang, perkembangan teknologi di Indonesia salah satunya bertumpu pada generasi muda. Pada 2021 ada sejumlah nama yang patut dipertimbangkan karena berpotensi mengakselerasi pertumbuhan teknologi di Indonesia.

Alamanda Shantika Santoso

Alamanda Shantika dari Kibar, Mantan VP Go-JekAlamanda Shantika Santoso Foto: detikINET/Adi Fida Rahman


Alamanda Shantika merupakan Founder dan Presiden Direktur Binar Academy. Perempuan berusia 32 tahun ini adalah mantan Vice President of Product di Go-Jek, sebelum ia merintis sekolah coding Binar Academy dengan konsep akademi tempat anak-anak bisa belajar tentang coding secara gratis.

Binar Academy adalah sebuah platform yang memfasilitasi perkembangan teknisi teknologi masa depan Indonesia melalui sekolah koding gratis untuk meningkatkan perkembangan programmer di Indonesia.

Setahun beroperasi, Binar Academy telah meluluskan 400 murid, dimana sekitar 70 orang saat ini bekerja di korporasi dan startup yang bekerja sama dengan Binar Academy.

Adi Arriansyah

Adi Arriansyah CEO Sagara TechnologyAdi Arriansyah CEO Sagara Technology Foto: Istimewa


Adi Arriansyah adalah seorang pengusaha teknologi asal Indonesia. Pria kelahiran kabupaten Semarang berusia 30 tahun ini adalah pendiri dan Chief Executive Officer Sagara Asia Teknologi.

Dalam situs resmi sagaratechnology.com, Ia menyatakan bahwa perusahaan tersebut awalnya dibentuk sebagai kontribusi untuk tanah air dibidang teknologi. Berawal dari sering mengerjakan proyek pembuatan software yang diberikan dosen saat kuliah di Telkom University, Adi Arriansyah pun akhirnya memutuskan untuk mendirikan Sagara Technology pada bulan November 2014.

Dalam perjalanan karirnya, Adi mengaku telah membantu ratusan klien dari berbagai korporasi dan startup yang berkontribusi cukup kuat di industri pengembangan teknologi Indonesia.

Adi melayani berbagai proyek software mulai dari bank ke korporasi besar, startup ke UMKM, dan dari fintech sampai ke marketplace. Adi juga merupakan lulusan dari program pelatihan entrepreneur Founder Institute. Ia juga menempuh pendidikan Executive Education di Harvard Business School tahun 2020.