Strategi Oppo Jual Sejuta Ponsel Sebulan di Tengah Pandemi

Podcast detikINET

Strategi Oppo Jual Sejuta Ponsel Sebulan di Tengah Pandemi

Adi Fida Rahman - detikInet
Rabu, 27 Jan 2021 18:43 WIB
Peluncuran OPPO Reno4
Foto: OPPO
Jakarta -

Oppo menutup tahun 2020 dengan prestasi gemilang. Sepanjang Desember lalu saja, vendor asal China ini dikabarkan berhasil menjual lebih dari satu juta ponsel, apa rahasianya?

Penasaran akan hal itu, detikINET berbincang dengan Aryo Meidianto, PR Manager Oppo Indonesia. Dia membenarkan kabar yang disebutkan di awal. Bila dihitung selama sebulan penjualan ponsel mereka menembus angka satu juta unit.

"Khusus di 31 Desember hingga 23.59 WIB ponsel yang terjual mencapai 70 ribu unit," terangnya.

Menurut Aryo pencapaian tersebut tidak terlepas dari pola hidup masyarakat di saat pandemi. Lantaran mereka menjalankan work from home (WFH) mereka dapat menyisihkan dana yang tidak terpakai lantaran harus di rumah saja, seperti uang untuk transportasi, makan siang dan lain.

"Karena tidak dikeluarkan, mereka bisa menabung sehingga bisa membeli perangkat yang menjadi idamannya, salah satunya adalah smartphone," ujarnya.

Aryo sempat menyinggung soal promo yang digelar akhir tahun. Tapi bila menyimak penuturan pria berkacamata ini, pencapaian Oppo bisa dikatakan buah dari sejumlah strategi yang dijalankan saat terpukul karena pandemi.

Ya, di kuartal pertama saat COVID-19 terdeteksi di Tanah Air, Oppo ikutan terhantam. Kala itu mereka hanya punya perangkat premium dan flagship yang secara daya beli tidak sekuat segmen mid yang memang dikuasai Oppo.

Kondisi ini kemudian diperparah dengan tutup sementara gerai offline-nya lantaran pemberlakuan PSBB. Untungnya cobaan itu tidak berlangsung lama.

Setelah merilis Oppo A92 di Mei, Oppo melihat bisnisnya perlahan mulai membaik. Puncaknya saat Reno4 dirilis, ponsel ini tercatat menjadi salah satu yang terlaris sepanjang 2020 di Indonesia.

Strategi Oppo bertahan saat pandemi

Tapi Oppo sadar menghadirkan produk baru tidaklah cukup. Mereka perlu menguatkan channel pemasaran. Lantaran toko offlinenya sementara tidak beroperasi karena mengikuti kebijakan PSBB, Oppo meningkatkan penjualan online. Tak hanya market place, WhatsApp pun diberdayakan untuk jangkau pasar.

"Kami melihat daya beli masyarakat ada, tapi terkendala untuk datang langsung ke toko. Kami mencari cara untuk terhubung dengan konsumen, ketemulah lewat Whatsapp," terang Aryo.

"Kalau mendorong mereka untuk beli online di ecommerce susah. Dengan WhatsApp semua orang punya dan mudah digunakan," lanjutnya.

Tapi seberapa efektifnya penggunaan WhatsApp dalam mendongkrak penjualan Oppo selama pandemi?

Temukan jawabannya di podcast Obat Gaptek: Rahasia Oppo Jual Sejuta Ponsel dalam Sebulan Saat Pandemi berikut ini:



Simak Video "Perpaduan Lengkap Desain dan Teknologi di OPPO Reno6 Series 5G"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/fay)