WhatsApp Cari Gara-gara Berujung Blunder

Blunder WhatsApp

WhatsApp Cari Gara-gara Berujung Blunder

Tim - detikInet
Sabtu, 23 Jan 2021 07:15 WIB
Jutaan Orang Tinggalkan WhatsApp Akibat Masalah Privasi Data
Aplikasi WhatsApp. Foto: DW (News)
Jakarta -

Masih banyak yang menengok lagi kronologi WhatsApp tersandung kontroversi kebijakan privasi baru. Status WhatsApp sebagai aplikasi messaging terbesar dunia, dengan 2 miliar pengguna, memang membuatnya selalu jadi pusat perhatian. Berikut runutan singkat kisah WhatsApp cari gara-gara dan berujung blunder:

WhatsApp kenalkan kebijakan privasi baru

Sekitar dua minggu yang lalu WhatsApp memberikan notifikasi di aplikasinya tentang ketentuan dan kebijakan privasi terbaru. Ada tiga poin utama dalam update ini yang fokus kepada perpesanan dengan akun bisnis.

Tiga poin utama dalam kebijakan terbaru ini mempengaruhi bagaimana WhatsApp memproses data pengguna, bagaimana bisnis bisa menggunakan layanan yang dihosting Facebook untuk menyimpan dan mengelola isi percakapan, dan bagaimana WhatsApp akan bermitra dengan Facebook untuk menawarkan integrasi yang lebih dalam di produk-produk mereka.

Kebijakan ini rencananya akan mulai diterapkan pada 8 Februari 2021 mendatang. Jika pengguna masih ingin mengakses WhatsApp setelah tanggal tersebut, mereka harus menerima kebijakan baru tersebut. Jika tidak setuju, pengguna bisa menghapus akun mereka.

Hal itu membuat pengguna meradang, apalagi aturan baru itu terkesan membingungkan. WhatsApp pun beberapa kali memberikan klarifikasinya. Dalam klarifikasi pertama, WhatsApp mengatakan kebijakan berbagi data dengan Facebook sebenarnya telah berlaku sejak tahun 2016.

"Sejak 2016, WhatsApp telah membagikan sejumlah data terbatas dengan Facebook di ranah backend, khususnya untuk kebutuhan infrastruktur. Tidak ada perubahan baru di update kebijakan ini," ucap WhatsApp.

WhatsApp mengatakan perubahan kebijakan ini tidak mempengaruhi percakapan pribadi di luar konteks tersebut. "Semua percakapan ini masih akan terenkripsi end-to-end. WhatsApp maupun Facebook tidak bisa mengaksesnya," jelas WhatsApp.