WhatsApp Cari Gara-gara Berujung Blunder - Halaman 2

Blunder WhatsApp

WhatsApp Cari Gara-gara Berujung Blunder

Tim - detikInet
Sabtu, 23 Jan 2021 07:15 WIB
Jutaan Orang Tinggalkan WhatsApp Akibat Masalah Privasi Data
Aplikasi WhatsApp. Foto: DW (News)

Signal dan Telegram langsung melesat

Apapun klarifikasi WhatsApp tidak memuaskan banyak pengguna. Banyak yang merasa WhatsApp menyalahgunakan data mereka dengan membagikannya ke Facebook. Apalagi kemudian, Elon Musk dan Edward Snowden menyarankan agar pengguna pindah ke Signal.

Tak sedikit pula yang pindah ke Telegram. Bahkan kedua aplikasi ini sampai menjadi aplikasi paling populer di toko aplikasi seperti Apple App Store dan Google Play Store.

Seperti dikutip detikINET dari Associated Press, Jumat (15/1), analisa dari Sensor Tower menunjukkan Signal didownload sebanyak 17,8 juta kali di Play Store dan App Store pada 5 sampai 12 Januari. Itu merupakan peningkatan 61 kali lipat dari minggu sebelumnya yang sebesar 285 ribu kali.

Kemudian Telegram tembus 15,7 juta kali download di kurun waktu yang sama, 5 sampai 12 Januari, peningkatan dari jumlah 7,6 juta kali pada minggu sebelumnya. Bahkan Telegram telah mengumumkan jumlah pengguna aktif telah mencapai 500 juta user.

Adapun angka download terkini WhatsApp berada di belakang keduanya, dengan 10,6 juta kali unduhan, turun dari 12,7 juta kali download pada minggu sebelumnya. Pendiri Telegram, Pavel Durov dan Brian Acton pun langsung sigap memanfaatkan momentum.

"Gelombang masif user baru yang sudah terjadi ke Telegram terus berakselerasi. Kita mungkin saja menyaksikan migrasi digital terbesar dalam sejarah manusia," tulis Durov di akun Telegram-nya.

"Saya rasa Signal benar-benar unggul di atas WhatsApp di kategori privasi. Kalian melihatnya di 'label privasi' aplikasi. Kalian melihatnya di bagaimana kami membangun produknya," kata Acton dalam wawancara dengan NDTV.

"Kami memiliki fitur privasi seperti 'disappearing messages' (dan juga) semua terenskripsi, termasuk metadata kalian," sambungnya.