Jelang Pelantikan Presiden AS, Facebook Larang Iklan Senjata

Jelang Pelantikan Presiden AS, Facebook Larang Iklan Senjata

Josina - detikInet
Senin, 18 Jan 2021 14:13 WIB
Ilustrasi Google, ilustrasi YouTube, dan ilustrasi Facebook
(Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Facebook telah mengumumkan akan melarang iklan senjata dan aksesorinya di Amerika Serikat setidaknya sampai dua hari setelah acara pelantikan Presiden AS terpilih Joe Biden pada tanggal 20 Januari 2020.

Langkah ini dilakukan setelah terjadinya kerusuhan yang dilakukan oleh pendukung mantan Presiden AS Donald Trump di Gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021 kemarin.

Facebook mengatakan sekarang akan melarang iklan aksesoris seperti brankas senjata, rompi, dan sarung senjata di AS.

"Kami sudah melarang iklan senjata, amunisi, dan perangkat tambahan senjata seperti peredam suara. Tapi sekarang kami juga akan melarang iklan untuk aksesori, "kata Facebook dalam postingan di blog seperti dilansir detiKINET dari Reuters, Senin (18/1/2021).

Tiga senator AS mengirim surat kepada CEO Facebook Mark Zuckerberg pada hari Jumat (15/) yang meminta untuk secara permanen memblokir iklan produk yang jelas dirancang untuk digunakan dalam pertempuran bersenjata.

Para senator yang semuanya dari Partai Demokrat mengatakan Facebook harus mengambil tindakan ini dan lainnya untuk meminta pertanggungjawaban atas bagaimana musuh domestik Amerika Serikat telah menggunakan produk dan platform perusahaan untuk memajukan tujuan terlarang mereka sendiri.

Facebook juga telah memblokir pembuatan acara melalui platformnya di dekat beberapa tempat seperti Gedung Putih dan Gedung Kongres AS di Washington, serta gedung-gedung DPR negara bagian hingga 20 Januari.

FBI sendiri telah memperingatkan protes bersenjata yang direncanakan untuk Washington dan semua 50 ibu kota negara bagian menjelang pelantikan.

Buzzfeed melaporkan bahwa Facebook telah menampilkan iklan untuk peralatan militer di samping konten misinformasi pemilu dan berita tentang kekerasan pada 6 Januari 2021.

Seorang juru bicara Facebook mengatakan semua halaman yang diidentifikasi Buzzfeed telah dihapus, dan bahwa Facebook juga bekerja sama dengan pakar intelijen dan terorisme serta penegak hukum.



Simak Video "Usai Akunnya Diblokir, Trump Tuduh Platform Medsos Pecah Belah Bangsa"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)