Microsoft, Salesforce, dan Oracle Bikin Paspor Vaksin Digital

Microsoft, Salesforce, dan Oracle Bikin Paspor Vaksin Digital

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 15 Jan 2021 13:15 WIB
Seorang dokter tengah menyuntikan vaksin COVID-19 di Rumah Sakit swasta daerah Jakarta Selatan, Kamis (14/1/2021). Rumah Sakit swasta ini mulai menyuntikan vaksin covid-19 bagi para Tenaga Kesehatan (Nakes) di sebagian daerah Jakarta Selatan.
Microsoft, Salesforce, dan Oracle Bikin Paspor Vaksin Digital. Foto: Grandyos Zafna/detikcom
Jakarta -

Paspor vaksin COVID-19 digital sedang dikembangkan bersama oleh sekelompok perusahaan kesehatan dan teknologi. Mereka mengantisipasi bahwa pemerintah, maskapai penerbangan, dan perusahaan lain akan mewajibkan bukti vaksin pada masyarakat.

Koalisi yang menamai diri Vaccination Credential Initiative (VCI) ini di dalamnya termasuk ada Microsoft, Salesforce dan Oracle, perawatan kesehatan nirlaba AS Mayo Clinic.

VCI mengatakan ingin mengembangkan teknologi yang memungkinkan setiap individu mendapatkan salinan digital terenkripsi dari kredensial imunisasi mereka yang dapat disimpan dalam dompet digital pilihan mereka, seperti Apple Wallet atau Google Pay. Sedangkan bagi mereka yang tidak memiliki smartphone atau dompet digital, bisa menerimanya berupa kertas yang dicetak dengan kode QR berisi kredensial yang dapat diverifikasi.

Koalisi ini juga mengatakan akan mencoba mengembangkan standar baru untuk memastikan apakah seseorang telah atau belum divaksin. Sebelumnya, masyarakat telah menggunakan buklet vaksinasi untuk melacak riwayat vaksin mereka, tapi pihak berwenang jarang meminta untuk melihatnya.

"Tujuan dari VCI adalah untuk memberdayakan individu dengan akses digital ke catatan vaksinasi mereka," kata CEO organisasi nirlaba The Commons Project Paul Meyer yang menjadi salah satu anggota koalisi.

Dia menambahkan, teknologi harus memungkinkan orang untuk kembali merasa aman untuk bepergian, bekerja, sekolah, dan melakukan aktivitas lainnya, sambil tetap melindungi privasi data mereka.

Sementara itu, Executive Vice President dan General Manager Salesforce Bill Patterson menyebutkan, perusahaannya ingin membantu perusahaan atau lembaga menyesuaikan semua aspek siklus hidup manajemen vaksinasi dan berintegrasi erat dengan koalisi lainnya untuk membantu masyarakat kembali ke kehidupan normal yang baru.

"Dengan satu platform untuk membantu memberikan operasional yang aman dan berkelanjutan, serta memperdalam kepercayaan dengan pelanggan dan karyawan, koalisi ini akan sangat penting untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.



Simak Video "Tak Ada Kerumunan, Vaksin Corona Buat Lansia di Cile Diantar ke Rumah"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)