Sudah Ada Vaksin, Apa Transformasi Digital Akan Melambat?

Sudah Ada Vaksin, Apa Transformasi Digital Akan Melambat?

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 14 Jan 2021 18:49 WIB
ilustrasi smartphone
Sudah Ada Vaksin, Apa Transformasi Digital Akan Melambat? Foto: Unspslah
Jakarta -

Pandemi COVID-19 memiliki banyak peran dalam mengubah kehidupan sehari-hari, termasuk mempercepat transformasi digital. Karena vaksin sudah tersedia, apakah transformasi digital akan melambat dan perilaku masyarakat kembali seperti sebelum pandemi?

Menurut Director dan COO Indosat Ooredoo Vikram Sinha beberapa perubahan perilaku yang muncul di tengah pandemi - seperti WFH dan kegiatan serba online lainnya - akan tetap bertahan.

"Contohnya, setiap ada konferensi saya biasa terbang ke Doha untuk ikut rapat setiap dua bulan. Sekarang saya tidak perlu terbang lagi," kata Sinha dalam diskusi virtual, Kamis (14/1/2021).

"Sebagian besar perubahan perilaku akan bertahan dan yang encouraging ada banyak value yang dicari orang-orang dan menurut saya itu perlu dipercepat," sambungnya.

Sinha mengatakan transformasi digital ini tidak hanya dibawa Indosat untuk semua penggunanya di Indonesia, tapi juga diterapkan ke semua pegawainya.

Ia mengatakan Indosat telah menerapkan kebijakan kerja dari rumah atau WFH sejak Maret 2020 dan semua pegawai Indosat telah dididik untuk melakukan semua pekerjaan lewat platform digital. Meski tidak bisa bertemu secara langsung pegawai Indosat justru bekerja lebih cepat untuk bisa membantu perubahan perilaku masyarakat.

"Orang-orang tidak terbiasa dengan tele-meeting, sekarang semuanya sudah berubah. Di saat bersamaan, kita memikirkan bagaimana menghadirkan lebih banyak produk. Ini semua di fast-track," jelas Sinha.

Dalam kesempatan yang sama Country Director Facebook Indonesia Pieter Lydian juga sepakat dengan pernyataan Sinha. Menurut Pieter, setelah pandemi berjalan selama satu tahun banyak orang mulai sadar bahwa banyak hal bisa diselesaikan dengan mudah dengan pindah ke digital.

Executive Director Head of Digital Bank PT Bank UOB Indonesia Fajar Septandri Maharjaya juga mencontohkan bagaimana perilaku belanja orang Indonesia yang sudah berubah di era pandemi mengindikasikan transformasi digital masih akan berjalan dengan cepat.

"Kita lihat transaksi e-commerce di pandemi ini tumbuhnya tidak bertahap tapi eksponensial. Ini tidak akan berubah dan sebagian besar orang akan tetap melakukan kebiasaan barunya," ucap Fajar dalam kesempatan yang sama.



Simak Video "Update Corona RI 14 September: Tambah 4.128 Kasus, 11.246 Sembuh"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)