Twitter Tangguhkan Ribuan Akun Terkait Konspirai QAnon

Twitter Tangguhkan Ribuan Akun Terkait Konspirai QAnon

Josina - detikInet
Rabu, 13 Jan 2021 11:48 WIB
Ilustrasi twitter
Foto: twitter
Jakarta -

Twitter mengumumkan bahwa mereka telah menangguhkan lebih dari 70 ribu akun yang terkait dengan penyebaran teori konspirasi QAnon. Tindakan ini menyusul setelah adanya kerusuhan di Gedung Capitol, AS pada pekan lalu.

"Mengingat peristiwa kekerasan di Washington, DC dan peningkatan risiko yang berbahaya. Kami mulai menangguhkan ribuan akun secara permanen terutama akun yang didedikasikan untuk berbagai konten QAnon," kata Twitter seperti dilansir detiKINET dari The Verge, Rabu (13/1/2021).

"Sejak hari Jumat, lebih dari 70 ribu akun telah ditangguhkan sebagai hasil dari upaya kami dengan banyak contoh dari satu individu yang mengoperasikan banyak akun. Akun ini terlibat dalam berbagi konten berbahaya yang tidak terkait QA dalam skala besar dan terutama didedikasikan untuk penyebaran teori konspirasi ini di seluruh layanan. " lanjut Twitter.

Twitter lebih lanjut mengatakan bahwa tindakan penangguhan ini kemungkinan akan beberapa pengguna akan mengalami penurunan jumlah followersnya di akun mereka.

Hal ini diketahui saat ada sejumlah anggota parlemen dari Partai Republik dan lainnya di kubu Donald Trump mengeluh akan kehilangan ribu followersnya selama akhir pekan.

Selain QAnon, Twitter juga mengatakan akan menindak lebih lanjut informasi yang salah tentang pemilu 2020 karena klaim pemilu palsu telah digunakan untuk memicu kekerasan.

Twitter juga telah memperbarui kebijakan integritas sipilnya untuk mencerminkan bahwa berbagi Tweet berulang kali yang menerima label peringatan, akan diblokir secara permanen.



Simak Video "Akun Twitter Donald Trump Ditangguhkan Secara Permanen"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)