Orang Terkaya di Dunia Bingung Cari Cara Habiskan Hartanya

Orang Terkaya di Dunia Bingung Cari Cara Habiskan Hartanya

Virgina Maulita Putri - detikInet
Selasa, 12 Jan 2021 07:40 WIB
Elon Musk founder, CEO, and chief engineer/designer of SpaceX speaks during a news conference after a Falcon 9 SpaceX rocket test flight to demonstrate the capsules emergency escape system at the Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Fla., Sunday, Jan. 19, 2020. (AP Photo/John Raoux)
Orang Terkaya di Dunia Bingung Cari Cara Habiskan Hartanya Foto: AP
Jakarta -

CEO SpaceX dan Tesla Elon Musk saat ini menjadi orang terkaya di dunia dengan jumlah kekayaan mencapai USD 208 miliar. Dengan harta yang melimpah tersebut, Musk bingung bagaimana menghabiskannya.

Dilihat dari cuitan di akun Twitter pribadinya, Musk sepertinya akan memilih jalur filantropi mengikuti miliarder lainnya seperti Bill Gates dan Jeff Bezos. Ia pun meminta saran kepada pengikutnya di Twitter tentang cara mendonasikan uangnya.

"Btw, feedback kritis selalu sangat dihargai, serta cara menyumbangkan uang yang benar-benar membuat perbedaan (jauh lebih sulit dari kelihatannya)," tulis Musk dalam cuitannya, seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (12/1/2021).

Dibandingkan dengan miliarder lainnya, jejak filantropi Musk terbilang masih kecil. Ia telah bergabung dengan Giving Pledge, gerakan yang mendorong miliarder untuk menyumbangkan setidaknya setengah dari jumlah kekayaannya.

Meski sudah bergabung dengan Giving Pledge, Musk baru menyumbangkan USD 257 juta - setara dengan 0,001% dari total kekayaannya - untuk Musk Foundation, yang kemudian mendistribusikan USD 65 juta antara 2016 dan 2018 ke 200 organisasi nirlaba.

Catatan donasi Musk kalah jauh jika dibandingkan dengan Bill Gates yang sudah menyumbangkan hingga miliaran dolar. Bahkan Jeff Bezos yang terbilang cukup pelit telah berjanji akan menyumbangkan USD 10 miliar untuk isu terkait perubahan iklim dan telah menyumbangkan USD 791 juta untuk 16 organisasi lingkungan hidup.

Selain untuk didonasikan, Musk sepertinya menimbun kekayaannya untuk mengembangkan proyek pribadinya. Pria berusia 49 tahun ini diketahui terobsesi untuk menjelajahi dan membangun koloni manusia di Mars.

Pada tahun 2018, Musk pernah mengunggah cuitan yang mengatakan separuh dari uangnya akan digunakan untuk menyelesaikan masalah di Bumi, dan setengahnya lagi untuk membangun kota di Mars.

Kini yang jadi pernyataan adalah bagaimana cara Musk terjun ke dunia filantropi. Orang-orang terkaya di dunia memiliki caranya sendiri-sendiri, seperti Gates yang menjadi dermawan dan publik figur di dunia kesehatan, atau CEO Twitter Jack Dorsey yang menjabarkan semua donasinya kepada publik lewat spreadsheet.

Dengan meminta usul kepada netizen di Twitter, Musk mengikuti langkah Bezos yang pernah mencuitkan hal serupa di tahun 2017. Sementara itu mantan istri Bezos, MacKenzie Scott, langsung mendekati ratusan organisasi nirlaba dan memberikan sumbangannya.

Brian Mittendorf, profesor di Ohio State University yang mempelajari organisasi nirlaba, menyarankan Musk untuk mengikuti jejak Scott dan menahan instingnya untuk berinovasi.

"Jebakan yang banyak dermawan kaya jatuh adalah keinginan untuk mengubah filantropi sendiri, daripada mengandalkan mereka yang sdah memiliki keahlian dan pengalaman tapi hanya membutuhkan dana untuk memperluas pengaruhnya," kata Mittendorf.



Simak Video "Membaca Dampak yang Timbul Usai Elon Musk Investasi ke Bitcoin"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/afr)