Harbolnas 2020 Raup Rp 11,6 Triliun, Produk Lokal Mendominasi

Harbolnas 2020 Raup Rp 11,6 Triliun, Produk Lokal Mendominasi

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 23 Des 2020 12:04 WIB
Online payment. Hands of woman using mobile smartphone and laptop computer for online shopping.
Harbolnas 2020 Raup Rp 11,6 Triliun, Produk Lokal Mendominasi Foto: iStock
Jakarta -

Meski tahun ini digelar di tengah pandemi, Hari Belanja Nasional (Harbolnas) 12.12 tetap disambut dengan antusias. Bahkan angka penjualannya naik cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam survei yang dilakukan Nielsen Indonesia, estimasi total penjualan Harbolnas 2020 mencapai Rp 11,6 triliun, naik Rp 2,5 triliun dari tahun 2019. Padahal penetrasi Harbolnas tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya yaitu 64%.

Survei ini dilakukan Nielsen Indonesia pada 14 Desember 2020 dengan 1.156 responden di 56 kota yang berusia 15 tahun ke atas dan merupakan pengguna internet.

Dari estimasi total penjualan ini, kontribusi penjualan produk lokal hampir mendominasi dengan angka Rp 5,6 triliun atau 48% dari estimasi total penjualan. Angka ini mencatat kenaikan Rp 1 triliun dari tahun sebelumnya.

"Pertumbuhan belanja lokal dipengaruhi campaign Bangga Buatan Indonesia, itu kalau kita lihat awareness-nya sekitar 48%. Jadi saya rasa ini ada kontribusinya untuk men-stimulate interest shopper terhadap produk lokal," kata Director Nielsen Indonesia, Rusdy Sumantri dalam konferensi pers virtual, Rabu (23/12/2020).

Pertumbuhan penjualan Harbolnas 2020 secara nasional meningkat 28%. Pertumbuhan ini paling banyak didorong oleh mereka yang tinggal di luar Pulau Jawa dengan kenaikan 97% dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk kategori barang yang dibeli masih sama seperti tahun sebelumnya. Kategori seperti fashion, kosmetik dan gadget masih berada di posisi teratas dengan persentase peningkatan satu digit.

Kategori yang paling besar pertumbuhannya adalah perawatan pribadi seperti sabun dan perawatan wajah (naik 21%), makanan dan minuman (naik 19%) dan kebutuhan sehari-hari seperti tisu dan popok bayi (16%).

"Ini yang kita lihat di Harbolnas sebelumnya tidak pernah terjadi. Dan ini sempat kita prediksikan juga sebelumnya bahwa personal care, food and beverage, dan daily akan naik tahun ini," jelas Rusdy.

Tidak hanya menawarkan diskon dan promo besar-besaran, momen belanja online tahun ini juga berhasil mendorong lebih banyak orang menjadi wirausaha. Hal ini terlihat dari 7% penjual online baru di e-commerce yang mengaku terinspirasi oleh Harbolnas.

"Harbolnas tidak hanya menjadi tempat belanjanya online shopper tapi juga sebagian masyarakat merasa ini menjadi waktu yang tepat untuk menjadi online seller," pungkasnya.



Simak Video "Kehebohan Netizen Hadapi Harbolnas 12.12"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)