Menag Gus Yaqut Pernah Jadi Korban Hoax Duta Syahwat

Menag Gus Yaqut Pernah Jadi Korban Hoax Duta Syahwat

Tim - detikInet
Rabu, 23 Des 2020 11:07 WIB
Ketum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas menemui Presiden Jokowi.
Menag Yaqut Cholil Qoumas pernah jadi korban hoax (Andhika/detikcom)
Jakarta -

Jangankan selebriti, tokoh politik pun rentan menjadi korban hoax. Bahkan, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pernah menjadi target serangan hoax.

Tidak tanggung-tanggung, hoax yang disebar itu memfitnah Gus Yaqut sebagai duta syahwat. Tujuannya tidak lain untuk menjelek-jelekan dirinya.

Hoax ini beredar pada akhir Oktober sampai awal November 2020. Narasinya adalah, "Duta Syahwat Oleh Kader NU.. bisa pesan fatwa Halal soal syahwat ke NU.. bisa COD & Order.. yg ptg pembayaran harus cash Mggunakan amplop coklat."

Ada gambar pria dengan wajah Gus Yaqut memeluk perempuan. Foto ini adalah editan dan sudah diungkap kebohongannya oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) lewat situs mereka turnbackhoax.id.

Menag Yaqut Cholil Jadi Sasaran HoaxMenag Yaqut Cholil Jadi Sasaran Hoax Foto: (Kominfo)

Foto aslinya dari blog tahun 2011, lalu ditempel wajah Gus Yaqut. Hoax ini juga sudah diumumkan kebohongannya oleh Kominfo bertajuk '[HOAKS] Foto Duta Syahwat oleh Kader NU'

"Berdasarkan penelusuran, klaim foto Duta Syahwat oleh kader NU adalah keliru. Faktanya, foto tersebut merupakan hasil editan atau suntingan dari pihak yang tidak bertanggung jawab," kata Kominfo seperti dilihat, Rabu (23/12/2020).

Kominfo menjelaskan, sudah ditemukan foto asli dari unggahan akun Facebook tersebut dalam beberapa unggahan di blogspot tahun 2011 silam. Foto tersebut merujuk pada foto pria berbaju putih tidak mengenakan kacamata dengan seorang wanita. Foto inilah yang kemudian ditempel wajah Gus Yaqut.

Dengan paparan dari MAFINDO dan Kominfo, jelas sudah kalau itu adalah hoax belaka yang bertujuan untuk memfitnah Gus Yaqut. Mudah-mudahan tidak ada hoax semacam itu lagi ya, detikers.



Simak Video "Jadi Menag, Yaqut Cholil Ingin Agama Jadi Inspirasi Bukan Alat Politik"
[Gambas:Video 20detik]
(Tim/fay)