Mantan PM Malaysia Kecewa Google dan Tesla Lirik Indonesia

Mantan PM Malaysia Kecewa Google dan Tesla Lirik Indonesia

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 18 Des 2020 05:29 WIB
Sidang Najib Razak: Mantan PM Malaysia salahgunakan kekuasaan dalam kasus 1MDB
Najib Razak. Foto: BBC World
Kuala Lumpur -

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, menyuarakan kekecewaannya lantaran Malaysia ia nilai kurang berupaya menarik investor kakap dalam dua tahun terakhir. Dia menyinggung raksasa teknologi semacam Google, Amazon dan Tesla lebih melirik Indonesia untuk investasi.

"Tesla akan ke Indonesia. Amazon akan masuk ke Indonesia. Google akan pergi ke Indonesia. Apa yang telah terjadi?" tulis Najib di akun Facebook resminya baru-baru ini, lengkap dengan cuplikan berita dari beberapa media mengenai minat para perusahaan besar itu masuk ke Indonesia.

Najib yang berstatus bebas dengan jaminan setelah divonis 12 tahun penjara karena tersandung kasus korupsi ini mengklaim pada masa pemerintahannya, keadaan investasi di Malaysia lebih baik. Ia menyebut memimpin langsung usaha untuk menarik investor.

"Kami memiliki banyak agen investasi. Saya dulu memimpin misi perdagangan dan investasi sendiri. Temui para pemimpin asing dan pemimpin industri. Sekitar 80 perusahaan internasional diundang ke Malaysia pada masa saya," klaim Najib Razak.

Najib RazakPostingan Najib Razak di Facebook. Foto: Facebook

Hal itu membuka kesempatan kerja dan membuat para pekerja Malaysia terampil, termasuk yang tinggal di luar negeri, kembali mengabdi untuk negara. Ia menyayangkan Malaysia kini tidak lagi dilirik untuk investasi, yang menurutnya sudah berlangsung sejak tahun 2018.

"Sayang sekali. Malaysia yang pernah berada di bawah kepemimpinan BN yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi di kawasan Asia dan Asia Tenggara, kini tidak lagi menjadi pertimbangan investasi. Tidak lagi dilihat. Sayang sekali. Sayang sekali. Oh Malaysia, di mana kita?," pungkasnya.

Postingan itu ramai ditanggapi oleh para netizen Malaysia, sebagian setuju dan ada pula yang khawatir Indonesia berpotensi nantinya bisa lebih maju. Sudah ada lebih dari 3,2 ribu komentar dilayangkan.

Adapun berita yang dikutip Najib Razak menyebutkan Tesla meninjau potensi Indonesia sebagai penghasil Nikel, bagaimana Elon Musk diajak membuat landasan roket antariksa di Indonesia, Google berinvestasi di Tokopedia, sampai Amazon berencana mengguyur investasi.



Simak Video "Elon Musk PHK Ratusan Karyawan Autopilot Tesla"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)