#Pilkada2020 di Tengah Pandemi, Netizen Tetap Ramai Pamer Kelingking Ungu

#Pilkada2020 di Tengah Pandemi, Netizen Tetap Ramai Pamer Kelingking Ungu

Tim - detikInet
Rabu, 09 Des 2020 09:54 WIB
Calon walikota Tangerang Selatan Siti Nur Azizah melakukan pencoblosan di TPS 08, Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Rabu (9/12/2020).
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Netizen yang mengikuti Pilkada 2020 meramaikan media sosial dengan pamer jari kelingking bertinta ungu tanda usai melakukan pencoblosan.

Seperti di Twitter, terlihat banyak tweet yang disertai foto-foto kelingking ungu disertai dengan tagar yang sudah trending terkait momen ini seperti #Pilkada2020, #BravoTNIPolri, Nyoblos, dan Coblos.


Karena Pilkada 2020 diselenggarakan di tengah situasi pandemi COVID-19, sejak jauh hari sebelumnya pemerintah meminta agar semua pihak menjaga protokol kesehatan dengan ketat. Karenanya, Pilkada 2020 berlangsung sedikit berbeda dari Pilkada sebelumnya.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan, protokol kesehatan harus diterapkan penyelenggara Pilkada maupun pemilih. Petugas di tempat pemungutan suara (TPS) juga harus menjalani pemeriksaan sebelum bertugas.

Wiku meminta penyelenggara Pilkada 2020 menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer di TPS. Sementara petugas dan pemilih wajib menggunakan masker dan menjaga jarak.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menjelaskan sejumlah protokol kesehatan yang harus dilaksanakan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) maupun pemilih saat pencoblosan:

1. Sebelum memasuki TPS, pemilih wajib mencuci tangan dengan sabun di air mengalir yang sudah disediakan petugas.

Bila daerah tersebut kesulitan mendapatkan air, penyelenggara akan menyediakan hand sanitizer. Selain cuci tangan dengan sabun, pemilih wajib memakai masker saat datang ke TPS.

2. Setiba di TPS, pemilih harus menjalani pengecekan suhu tubuh. Bila suhu tubuh pemilih lebih dari 37,3 derajat celcius, petugas KPPS akan mengarahkan ke bilik khusus.

3. Usai pengecekan suhu tubuh, pemilih akan diberi sarung tangan plastik sekali pakai untuk menjaga kebersihan tangan sehingga tidak terjadi penularan COVID-19 di TPS.

4. Setelah mencoblos, pemilih harus membuang sarung tangan plastik yang sudah digunakan ke tempat sampah.

5. Jari pemilih diberi tinta tanda sudah mencoblos. Pemberian tinta ini tidak seperti sebelum pandemi COVID-19 dengan mencelupkan jari ke botol, melainkan dengan cara diteteskan menggunakan pipet.

Sementara itu, petugas KPPS Pilkada 2020 pun harus menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan sarung tangan karet, topi, face shield, menggunakan masker, hand sanitizer, hingga mengkonsumsi vitamin untuk menjaga imunitas tubuh.



Simak Video "Keren! Ada TPS Bertemakan Anti Korupsi di Solo"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)