Tiga Startup Indonesia Lulus dari Program Akselerator Google

Tiga Startup Indonesia Lulus dari Program Akselerator Google

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 12 Nov 2020 18:30 WIB
Google, Google Indonesia, Ilustrasi Google Indonesia
Tiga Startup Indonesia Lulus dari Program Akselerator Google (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET)
Jakarta -

Program Google for Startups Accelerator: Southeast Asia yang diikuti 15 startup dari Asia Tenggara dan Pakistan ditutup pada hari ini. Tiga startup asal Indonesia yang berpartisipasi ikut merayakan kelulusan mereka.

Ketiga startup yang mewakili Indonesia di program ini adalah Riliv yang menawarkan layanan kesehatan mental, Hacktiv8 yang melatih talenta digital agar siap kerja, dan Kata.ai yang mengembangkan platform AI untuk percakapan.

"Ada lebih dari 600 pendaftar dan kami sangat bangga sekali tiga startup dari Indonesia terpilih untuk mengikuti program ini," kata Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf dalam konferensi pers virtual, Kamis (12/11/2020).

Program Google for Startups Accelerator ditujukan untuk startup yang masih di tahap awal. Untuk program tahun ini, Google mencari startup di bidang layanan kesehatan, pendidikan, keuangan atau logistik yang bisa memberikan solusi bagi masyarakat di tengah pandemi COVID-19 menggunakan teknologi.

Head of Startup Ecosystem SEA, Thye Yeow Bok mengatakan Google sebelumnya pernah mengadakan program serupa lima tahun yang lalu. Setelah diistirahatkan cukup lama, program akselerator ini dihadirkan kembali untuk membantu startup di tengah pandemi.

Karena pandemi, program kali ini diadakan secara online selama tiga bulan. Para peserta mengikuti mentoring selama 250 jam, dan 25 sesi yang meliputi pelatihan bisnis, teknologi, pengembangan produk, pemasaran dan kepemimpinan yang dipandu oleh 54 mentor dari Google dan industri.

"Kami paham startup saat ini sedang melewati waktu yang sulit. Kami ingin memberikan yang terbaik dari Google untuk membantu ekosistem startup di kawasan ini, terutama di Indonesia," kata Bok dalam kesempatan yang sama.

"Yang terbaik dari Google bukan hanya produk atau platform teknologi, tapi juga keahlian, orang-orangnya, jaringan yang kami punya di kawasan ini. Dan kami membawa semua ini ke program agar startup bisa mendapatkan akses selama beberapa bulan dan harapannya bisa menyelesaikan masalah yang mereka hadapi," pungkasnya.

Kelulusan startup peserta Google for Startup Accelerator juga jatuh bersamaan dengan bulan startup di Google. Sepanjang bulan November ini, perusahaan yang bermarkas di Mountain View, AS tersebut melipat gandakan dukungannya terhadap startup lokal, termasuk pendiri startup perempuan dan developer game indie.



Simak Video "Hukuman Denda Rp 362 Miliar dari Turki untuk Google"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)