Aksara Daerah Kian Bertambah untuk Bisa Diakses Secara Mobile

Aksara Daerah Kian Bertambah untuk Bisa Diakses Secara Mobile

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 30 Okt 2020 17:55 WIB
Aksara daerah Nusantara bisa diakses masyarakat lewat perangkat, seperti smartphone, komputer, laptop, layaknya aksara latin pada umumnya.
Foto: Pandi
Jakarta -

Upaya digitalisasi aksara daerah terus digalakkan sebagai bentuk pelestarian budaya nusantara. Kali ini giliran aksara Bali yang diharapkan bisa digitalisasi dan diakses di perangkat mobile.

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) menandatangani nota kesepahaman dengan Universitas Udayana sebagai salah satu cara pelestarian aksara Bali lewat digitalisasi aksara.

Pandi berencana untuk melakukan digitalisasi ratusan aksara daerah yang ada di Indonesia. Upaya ini dilakukan untuk melestarikan budaya lokal dari kepunahan.

"Dalam rangka mendigitalisasikan aksara Bali agar dapat dipergunakan di internet dan perangkat teknologi lainnya, maka Pandi berkomitmen bersama-sama dengan pihak Universitas Udayana agar aksara Bali dapat dilestarikan melalui internet," ujar Ketua Pandi Yudho Giri Sucahyo dalam keterangannya, Jumat (23/10/2020).

Nantinya, kata Yudho, seluruh kegiatan digitalisasi yang diselenggarakan Pandi akan dijahit dalam satu program bertajuk 'Merajut Nusantara Melalui Digitalisasi Aksara'. Langkah ini untuk bisa memperkenalkan kembali dan melestarikan bagian dari budaya asli Indonesia yang kian memudar tergerus zaman.

"Diharapkan dengan adanya program tersebut, masyarakat saat ini dapat mengenal kembali aksara daerahnya masing-masing, sehingga bisa dipergunakan dan dilestarikan oleh generasi-generasi berikutnya," tuturnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Udayana Anak Agung Raka Sudewi kolaborasi dengan Pandi diharapkan bisa mengenalkan kembali aksara daerah yang mulai terkikis oleh aksara latin.

"Menyambut baik upaya yang dilakukan Pandi dalam rangka mendaftarkan aksara daerah ke lembaga internet dunia (Unicode/ICANN) agar bisa dipergunakan di internet. Kurangnya literasi terkait aksara saat ini membuat masyarakat jarang mempergunakan aksara daerah dalam kehidupan sehari-hari," ungkap Anak Agung.

Sebagai informasi, Unicode adalah standar dalam dunia komputer untuk pengkodean (encoding) karakter tertulis dan teks yang mencakup hampir semua sistem penulisan yang ada di dunia. Dengan Unicode, pertukaran data teks dapat terjadi secara universal dan konsisten.

Kaitannya dengan aksara, nantinya seluruh aksara Nusantara bisa diakses masyarakat lewat perangkat, seperti smartphone, komputer, laptop, layaknya aksara latin pada umumnya.



Simak Video "Cerita Industri Fashion Brand Lokal 'Menjerit' di Masa Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)