Aturan Blokir Medsos Dinilai Sebaiknya untuk Semua Konten Internet

Aturan Blokir Medsos Dinilai Sebaiknya untuk Semua Konten Internet

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 20 Okt 2020 16:10 WIB
poster
Ilustrasi media sosial (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Pengamat media sosial Enda Nasution menilai baik rencana Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk memperjelas aturan pemblokiran media sosial (medsos) melalui Peraturan Menteri (Permen). Namun menurutnya, aturan semacam ini sebaiknya mencakup semua konten di internet.

"Memang sudah seharusnya Kominfo ambil inisiatif agar kita bisa menggunakan internet secara keseluruhan ya, nggak hanya medsos, dengan aman dan nyaman," komentar Enda saat dihubungi detikINET, Selasa (20/10/2020).

Disebutkan Enda, peredaran konten negatif tak bisa hanya dikendalikan dari medsos, tapi keseluruhan internet. Karenanya aturan pemblokiran pun tak bisa hanya berlaku untuk medsos.

"Konten internet secara keseluruhan saat ini sudah menjadi aset bangsa, jadi harus sama-sama kita jaga agar membuat kita sama-sama nyaman," sebutnya.

Dengan kian banyaknya jumlah pengguna medsos dan internet di Indonesia, Kominfo memang menghadapi tantangan lebih berat. Karenanya, menurut Enda, Kominfo memang perlu landasan hukum yang kuat jika mereka perlu mengambil tindakan tertentu.

"Selama ini kan lebih ke reaktif-reaktif saja. Misalnya ada website dianggap radikal lalu diblokir, lalu Kominfo diprotes. Kominfo nggak punya kepakaran untuk menentukan sebuah konten radikal atau nggak. Kalau ada aturannya, akan lebih jelas," jelasnya.

Enda menyambut baik rencana Kominfo membuat Permen, namun ada beberapa catatan agar Permen tersebut nantinya benar-benar efektif digunakan untuk penegakan hukum terkait konten negatif di internet.

"Ini bagus, dan kalau ada yang kurang atau tidak setuju bisa kita kritisi bersama. Gak cuma medsos saja ya, tapi semua konten di internet. Dalam penyusunannya Kominfo juga harus melibatkan masyarakat, pakar, dan harus ada mekanisme banding untuk argumentasi konten terblokir yang terbukti tidak melanggar aturan," simpulnya.



Simak Video "Tangkal Hoax, Kominfo Siapkan Permen Pemblokiran Medsos"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)