Vaksin Oxford Disebut Ubah Manusia Jadi Monyet, Inggris Berang

Vaksin Oxford Disebut Ubah Manusia Jadi Monyet, Inggris Berang

Fino Yurio Kristo - detikInet
Senin, 19 Okt 2020 16:30 WIB
Meme vaksin
Salah satu meme vaksin Corona yang beredar. Foto: IB Times
Jakarta -

Beredar di media sosial video, gambar sampai meme yang mendiskreditkan vaksin Corona buatan universitas Oxford bekerjasama dengan perusahaan farmasi Astra Zeneca. Antara lain disebarkan bahwa vaksin itu membuat manusia yang diimunisasi bakal berubah jadi monyet, bahkan disebut sebagai vaksin monyet.

Memang calon vaksin Oxford jenisnya adalah non-replicating viral vector dari adenovirus simpanse yang disebut ChAdOx1 tapi jelas takkan membuat manusia bertingkah jadi hewan. Pemerintah Inggris pun berang dengan hoax tersebut, yang diduga didalangi oleh Rusia.

Dikutip detikINET dari New York Post, kampanye disinformasi di media sosial ini kabarnya menyasar negara-negara barat di mana Rusia ingin menjual vaksin Corona buatannya yang kontroversial, Sputnik-V. Dikhawatirkan kabar semacam itu membuat kaum anti vaksin makin marak, begitu pula teori konspirasi yang tak berdasar.

"Misinformasi itu jelas merupakan risiko bagi kesehatan publik. Saya menyarankan setiap orang menggunakan sumber informasi terpercaya, mempercayai badan regulator dan untuk mengingat manfaat besar vaksin dan medis bagi umat manusia," ujar Pascal Soriot, bos Astra Zeneca.

Sumber pemerintah Inggris pun menyebut penyebaran hoax vaksin Corona itu merupakan tindakan sembarangan. Media The Times menyebut walaupun tidak jelas apakah pemerintah Rusia langsung yang mendalanginya, beberapa pejabat dan organisasi mereka terlibat.

Adapun Tom Tugendhat dari Kementerian Luar Negeri Inggris yakin dalangnya memang Rusia. "Selalu begitu. Rusia adalah negara sangat terpusat dan gagasan bahwa hal ini dilakukan tanpa persetujuan seseorang di lingkaran dalam adalah menggelikan," katanya.

Memang di Inggris sendiri ataupun Amerika Serikat, cukup banyak orang yang anti vaksin. Kabar hoax yang beredar dicemaskan akan semakin memperkuat keengganan mereka.

Menanggapi tudingan itu, Kedubes Rusia di Inggris membantahnya. "Tuduhan bahwa Rusia menggelar propaganda terhadap vaksin Astra Zeneca justru adalah contoh disinformasi itu sendiri. Jelas tujuannya untuk mendiskreditkan usaha Rusia melawan pandemi, termasuk kerja sama bagus yang kami lakukan dengan Inggris di area vaksin Corona," kata mereka.



Simak Video "Sputnik V Jadi Nama Vaksin Corona Rusia"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/rns)