Motif Batik Bisa 3D Printing, Tapi Tak Bisa Gantikan Batik Tulis

Motif Batik Bisa 3D Printing, Tapi Tak Bisa Gantikan Batik Tulis

Aisyah Kamaliah - detikInet
Kamis, 01 Okt 2020 19:30 WIB
Indonesia memiliki beragam motif batik dari penjuru Nusantara. Salah satunya yang mungkin baru didengar adalah Batik Depok. Apa keunikannya? Yuk, lihat.
Ilustrasi batik Indonesia (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Dr Hilmar Farid Setiadi Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud sebut batik tulis tangan tidak akan tergantikan dengan motif batik yang dicetak 3D.

Hal ini ia ungkapkan dalam acara 'Merayakan Hari Batik Nasional: Memudahkan Akses Informasi Seputar Batik Agar Orang Indonesia Dapat Belajar Dan Membantu Industri Terus Berkembang' dan merilis beragam pembaruan untuk halaman Batik di Google Arts & Culture', Kamis (1/10/2020). Menurutnya, batik harus dilestarikan oleh anak bangsa tidak cuma bergantung dengan mesin yang ada.

"Seperti Jepara, beda handmade sama mesin, nah narasi ini yang harus melekat. 'Nanti di 3D-printing kan bisa', tapi berbeda. Itu gede loh industri tekstil untuk printing motif batik," ucap Hilmar.

Ia mengatakan batik tumbuh dengan luar biasa dan percaya akan terus berkembang. Terlebih ketika ia menghadiri acara UNESCO, banyak rekan-rekan dari luar negeri yang mengaku memiliki batik di rumah mereka. Ia meyakini batik adalah pakaian yang sebenarnya sudah mendunia.

"Ini selangkah lagi untuk memberi tahu makna di balik batik. Dia harus tampil dalam visual misalnya di game tapi jangan visual saja, tapi juga valuenya. Ada game atau produk kesenian seperti series sehingga batik bisa jadi core komponennya. Untuk potensi, Indonesia kekayaan intelektualnya masih tinggi. Jadi masih ada satu gunung yang belum bisa kita kerjakan," tuturnya.

Dr Tumbu Ramelan dari Yayasan Batik Indonesia (YBI) menambahkan kemajuan batik print sudah semakin canggih di mana cetakannya bisa dilakukan bolak-balik.

"Itu bukan main saya saja bisa terkecoh dengan kerapiannya, tapi pada dasarnya namanya batik tulis selamanya tidak ada yang sama, jadi pasti ada bedanya. Kalau cap karena memakai cap pasti ada yang sama atau berulang, tergantung capnya, sebenarnya gampang dibedakan. Dengan kombinasi agak susah. Kalau cap nembus ke belakangnya masih bagus masih nembus juga," katanya.

"Batik printing, itu biasanya berlainan sekali di belakang dan depannya, tapi ada tekstil batik yang bolak-balik, jadi memang harus dipelajari dan dipegang," tandasnya.



Simak Video "Google Tambah Koleksi Batik di Google Arts & Culture"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)