Promo WIB di Tokopedia Tingkatkan Minat Belanja Masyarakat

Promo WIB di Tokopedia Tingkatkan Minat Belanja Masyarakat

Abu Ubaidillah - detikInet
Selasa, 29 Sep 2020 08:05 WIB
Logo Tokopedia
Foto: dok. Tokopedia
Jakarta -

Pandemi telah berdampak serius pada perekonomian Indonesia. Bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani telah memberi sinyal ekonomi Indonesia pasti akan resesi. Ini tak terlepas dari minusnya pertumbuhan ekonomi pada kuartal II dan III 2020.

Untuk menahan laju resesi agar tidak semakin dalam, geliat perekonomian harus terus didorong, salah satu caranya adalah dengan meningkatkan minat belanja masyarakat. Kampanye diskon pun jadi pemantik minat belanja online, seperti kampanye Waktu Indonesia Belanja (WIB) yang digelar Tokopedia.

External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya mengatakan WIB diadakan setiap tanggal 25 hingga akhir bulan sebagai upaya Tokopedia untuk menawarkan berbagai macam nilai tambah yang bisa membuat belanja kebutuhan sehari-hari masyarakat menjadi lebih menarik dan efisien di tengah pandemi.

"Masyarakat bisa mendapatkan berbagai produk berkualitas dari bermacam merek lokal maupun internasional dari berbagai kategori, dengan sederet kemudahan seperti diskon hingga 90%, cashback spesial hingga program Kejar Diskon yang berlaku pada jam-jam tertentu," ujar Ekhel dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2020).

Ekhel mengatakan melalui program Kejar Diskon, masyarakat bisa mendapatkan barang yang dibutuhkan dengan harga lebih terjangkau, yakni Rp 99 ribu serta bisa menikmati promo bebas ongkir sepuasnya.

Menurutnya selain melalui kampanye yang sempat dimeriahkan oleh BTS hingga Twice ini, Tokopedia juga menyediakan berbagai panggung lainnya untuk para pegiat usaha lokal melalui kolaborasi dengan para mitra strategis, termasuk pemerintah dan pegiat usaha lintas sektor.

Seperti program #SatuDalamKopi bekerja sama dengan Kemenparekraf, Kemenperin, dan lebih dari seribu pegiat usaha kopi untuk mengusung industri kopi Nusantara. Lalu ada #BanggaBuatanIndonesia bekerja sama dengan Kemenko Marves untuk mengakselerasi adopsi platform digital bagi para pegiat usaha, khususnya UMKM agar bisnis yang masih sepenuhnya luring bisa dijalankan melalui platform online.

Lalu masih ada pula #GerakanOtomotifNasional, #BeliKreatifLokal, Food Market, Lengkapi Persediaan Rumah, Tokopedia Nyam!, hingga Nusantara Fashion yang bekerja sama dengan sejumlah kementerian dan pegiat usaha untuk memastikan ekonomi tetap bergerak di tengah pandemi.

Menurutnya kunci menghadapi pandemi adalah beradaptasi dengan cara terus berinovasi dan berkolaborasi. Hal ini dilakukan seluruh pegiat usaha di Indonesia tak terkecuali Tokopedia yang memiliki lebih dari 9 juta penjual terdaftar di platformnya.

"Pegiat usaha yang memanfaatkan kanal daring diharapkan dapat mempertahankan bisnis sekaligus berkontribusi pada pemulihan perekonomian Indonesia yang saat ini terdampak pandemi," imbuhnya.

Tingkat penjualan online di Tokopedia pun mengalami pertumbuhan. Pada kategori olahraga misalnya, Tokopedia mencatat ada peningkatan transaksi hampir 3 kali lipat di bulan Agustus 2020 jika dibandingkan periode sebelum pandemi.

Kemudian pada kampanye Tokopedia Nyam!, jumlah penjual makanan siap masak di Tokopedia meningkat hampir 3 kali lipat selama pandemi. Transaksi makanan siap masak juga tumbuh signifikan menjadi lebih dari 3 kali lipat dibandingkan periode sebelum pandemi.

"Itu sebagian contoh yang bisa saya sampaikan. Dari penjual, kami juga melihat pertumbuhan yang signifikan. Saat ini, sudah terdapat lebih dari 9,2 juta penjual yang tergabung di Tokopedia, meningkat lebih dari 2 juta, dibandingkan dengan awal tahun ini," ungkapnya.

Ekhel mengatakan melalui berbagai kampanye dan sejumlah inisiatif ini, pihaknya melihat tingginya antusiasme masyarakat, baik dari sisi penjual atau pembeli dalam menciptakan peluang dan memenuhi kebutuhan tanpa harus keluar rumah sekaligus mendorong pemulihan ekonomi Indonesia yang terdampak pandemi.

(prf/ega)