Duh, Anak Muda Malah Percaya Informasi Salah soal COVID-19

Duh, Anak Muda Malah Percaya Informasi Salah soal COVID-19

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 24 Sep 2020 18:10 WIB
Sejumlah tenaga kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD) saat uji rapid test COVID-19 masal di Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (4/6/2020). Kementerian Keuangan menyatakan hingga kini belum mengantongi data tenaga kesehatan (Nakes) dari pemerintah daerah yang menangani COVID-19, sehingga insentif untuk tenaga medis belum bisa dicairkan. ANTARA FOTO/FB Anggoro/nz
Survei: Anak Muda Percaya Informasi Salah soal COVID-19. Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro
Jakarta -

Banyak anak muda mempercayai informasi yang salah tentang COVID-19. Setidaknya demikian hasil survei di Amerika Serikat (AS). Sementara para pejabat kesehatan masyarakat berupaya meningkatkan kewaspadaan tentang lonjakan kasus virus Corona, survei menunjukkan orang AS berusia di bawah 25 tahun kemungkinan besar mempercayai informasi yang salah tentang virus tersebut, tingkat keparahan penyakit, dan bagaimana asalnya.

Dalam survei terhadap 21.196 orang di seluruh 50 negara bagian dan District of Columbia, para peneliti mengidentifikasi adanya kesenjangan informasi yang jelas di antara generasi. Responden berusia 18 hingga 24 tahun memiliki probabilitas 18% untuk mempercayai klaim palsu, dibandingkan dengan 9% mereka yang berusia di atas 65 tahun.

Penelitian yang dilakukan secara kolaborasi antara Harvard University, Rutgers University, Northeastern University, dan Northwestern University ini memperlihatkan hasil berbeda dari penelitian sebelumnya yang mengatakan orang tua lebih cenderung membagikan artikel berita palsu di media sosial.

Tahun lalu, sebuah makalah yang diterbitkan di jurnal ilmiah Science menemukan bahwa orang yang berusia di atas 65 tahun tujuh kali lebih mungkin membagikan informasi yang salah terkait Pilpres AS dibandingkan mereka yang berusia 30 hingga 44 tahun, kelompok termuda yang termasuk dalam survei itu.

survei anak muda percaya hoax virus coronaSurve tentang anak muda percaya informasi yang salah tentang COVID-19.

Dikutip dari The New York Times, dalam survei terkait virus, partisipan ditanyai untuk mengukur seberapa jauh penerimaan mereka terhadap 11 informasi palsu. Beberapa informasi palsu yang disodorkan itu antara lain termasuk klaim bahwa virus berasal dari orang yang memakan kelelawar, minum antibiotik melindungi dari COVID-19, dan hanya orang berusia 60 tahun atau lebih yang berisiko terinfeksi virus Corona.

"Dari 11 klaim palsu, kami menemukan pola yang jelas: semakin tua kelompok usia, semakin rendah tingkat kepercayaan rata-rata terhadap informasi palsu," demikian kesimpulan survei tersebut.



Simak Video "Airlangga Sebut Covid-19 di Ri Mulai Terkendali"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)