China Ingin Dominasi Mata Uang Digital Dunia

China Ingin Dominasi Mata Uang Digital Dunia

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 24 Sep 2020 09:14 WIB
LONDON, ENGLAND - APRIL 25: In this photo illustration of the litecoin, ripple and ethereum cryptocurrency altcoins sit arranged for a photograph beside a smartphone displaying the current price chart for ethereum on April 25, 2018 in London, England. Cryptocurrency markets began to recover this month following a massive crash during the first quarter of 2018, seeing more than $550 billion wiped from the total market capitalisation. (Photo by Jack Taylor/Getty Images)
China Ingin Dominasi Mata Uang Digital Dunia. Foto: Jack Taylor/Getty Images
Jakarta -

Dalam artikel yang diterbitkan publikasi China Finance, bank sentral China menyebutkan bahwa dolar Amerika Serikat mendominasi perdagangan global. China ingin menandinginya dengan menguasai mata uang digital dunia.

Bank sentral China berencana membuat versi digital dari mata uangnya (Digital Yuan). Upaya ini memungkinkan China mencapai ambisinya untuk menantang monopoli AS, karena China punya keunggulan dari sisi sebagai penggerak pertama menjadikan versi digital mata uang negaranya agar bisa digunakan lebih banyak orang.

Dikutip dari The Register, China juga memiliki keuntungan dari banyaknya jumlah pengguna uang yuan di negaranya. Maklum saja, rakyatnya sendiri sudah sangat banyak. Itu artinya, ketika bank sentral membuat versi digitalnya, penduduk China akan dengan senang hati mengadopsi Digital Yuan.

Artikel tersebut juga menyerukan agar Digital Yuan dapat digunakan di perbatasan negara. Dengan memungkinkan transaksi semacam itu, China akan berada di posisi yang kuat untuk membentuk kembali dunia keuangan global.

"Penerbitan dan peredaran mata uang digital akan membawa perubahan dan dampak yang luar biasa terhadap sistem moneter internasional, sistem kliring, dan sistem keuangan yang ada. Oleh karena itu, hak untuk mengeluarkan dan mengontrol mata uang digital akan menjadi 'medan pertempuran baru' untuk persaingan antar negara yang berdaulat," demikian bunyi artikel tersebut.

"Penerbitan mata uang digital legal di China memiliki banyak keuntungan dan menghadapi banyak peluang. Ini harus dipercepat untuk merebut trek pertama, memberikan permainan penuh pada efek jaringan, dan memenangkan peluang pertama," sambungnya.

Meski artikel tersebut menguraikan ambisi yang sangat besar, pengembangan Digital Yuan sendiri tampaknya molor dari jadwal semula. Di sisi lain, tentu saja seluruh dunia, terutama negara-negara besar lainnya mungkin tidak menyukai rencana China.



Simak Video "Konflik China dan Taiwan Makin Meruncing"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)