Gaet Kelas Pintar, Pemkot Bogor Buat Pedoman Belajar Online

Gaet Kelas Pintar, Pemkot Bogor Buat Pedoman Belajar Online

Agus Tri Haryanto - detikInet
Rabu, 23 Sep 2020 20:58 WIB
Untuk mengoptimalkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di masa pandemi Corona, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menjalin kemitraan dengan Pusat Riset Pendidikan Masa Depan dan Kelas Pintar dalam penerapan aplikasi belajar online.
Foto: Kelas Pintar
Jakarta -

Untuk mengoptimalkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di masa pandemi Corona, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menjalin kemitraan dengan Pusat Riset Pendidikan Masa Depan dan Kelas Pintar dalam penerapan aplikasi belajar online.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan kolaborasi tersebut merupakan tindak lanjut antara Pemkot Bogor dengan Pusat Riset Pendidikan Masa Depan yang menggandeng platform belajar online, Kelas Pintar.

"Jadi, sebetulnya Pemkot Bogor sudah ada kerja sama dengan Pusat Riset Pendidikan Masa Depan pada bulan Maret lalu mengenai pedoman belajar di sekolah dan pelatihan guru, kemudian dikolaborasikan dengan Kelas Pintar," ujar Bima dalam keterangannya, Rabu (23/9/2020).

Setelah dilakukan penandatangan kerja sama ini, kata Arya, akan ada sosialisasi ke sekolah-sekolah mengenai pedoman Pembelajaran Jarak Jauh ini. Terutama, penerapan aplikasi atau teknologi informasi dalam pembelajaran secara daring.

Adapun, ucap Bima, penggunaan aplikasi Kelas Pintar dalam proses kegiatan belajar online ini merupakan kewenangan tiap-tiap sekolah, di mana sifatnya tidak memaksa.

"Kelas Pintar dan Pusat Riset Pendidikan Masa Depan hanya ingin berkontribusi di bidang pendidikan di Kota Bogor dengan menyiapkan pedoman PJJ di masa pandemi COVID-19. Tidak ada subsidi dari kita, tapi dengan pedoman PJJ yang kita buat pembelajaran akan berjalan efektif dan efisien sesuai dengan kurikulum darurat," jelas Wali Kota Bogor ini.

Untuk mengoptimalkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di masa pandemi Corona, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menjalin kemitraan dengan Pusat Riset Pendidikan Masa Depan dan Kelas Pintar dalam penerapan aplikasi belajar online.Untuk mengoptimalkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di masa pandemi Corona, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menjalin kemitraan dengan Pusat Riset Pendidikan Masa Depan dan Kelas Pintar dalam penerapan aplikasi belajar online. Foto: Kelas Pintar

Sementara itu, Founder dan CEO Kelas Pintar Fernando Uffie mengatakan bahwa pihaknya menyatakan kesiapan untuk berkontribusi secara maksimal untuk memastikan kegiatan pembelajaran jarak jauh bisa menghasilkan lulusan yang tidak kalah kualitasnya dengan lulusan sebelumnya.

Uffie menyebutkan dengan mempersiapkan infrastruktur, konten, pedoman, dan menjaga keutuhan ekosistem pendidikan yang dilakukan Pemkot Bogor menjadi bukti perhatian pemerintah di dunia pendidikan.

Sebagai informasi, Pemkot Bogor akan menyediakan 797 titik WiFi yang bisa diakses gratis tersebar di Kota Bogor dan ada juga kuota internet gratis dari Kemendikbud untuk siswa 35 GB dan guru 45 GB, termasuk bantuan dari provider, seperti Telkomsel yang akan meng-cover seluruh siswa dan guru di Kota Bogor sebanyak 380 ribu kartu perdana, Indosat 30 GB, Tri, IM3, Smartfren ke sekolah-sekolah.

Disdik Kota Bogor saat ini juga tengah mendata jumlah siswa yang tidak memiliki gadget atau kurang mampu. Tercatat, sementara ada 1.865 siswa SD dan SMP yang tidak memiliki gadget. 633 siswa SD dan 1.232 siswa SMP.

Adapun bentuk kontribusi yang akan diberikan oleh Kelas Pintar terhadap pendidikan Kota Bogor adalah dengan menyediakan platform dan konten pembelajaran jarak jauh yang ada di Kelas Pintar Regular, untuk bisa diakses secara gratis selama satu bulan oleh seluruh siswa yang ada di wilayah kota Bogor. Selain itu, Kelas Pintar juga akan memberikan pelatihan atau bimbingan teknis bagi para guru guna menunjang proses belajar mengajar dalam kurikulum darurat ini.

Sebagai informasi, Kelas Pintar tidak sekadar menyediakan solusi pembelajaran efektif dengan literasi sesuai kurikulum, tapi juga menyediakan fitur untuk memaksimalkan peran masing-masing stakeholder di ekosistem pendidikan. Baik yang terkait dengan administrasi, aktifitas belajar mengajar, hingga monitoring.

Kelas Pintar pun menanamkan student analytic dalam sebuah kecerdasan buatan (Artificial Intelligent) berbasis data dalam jumlah besar (Big Data), sebagai bagian dari upaya memberikan pendidikan terbaik kepada para peserta didik.



Simak Video "Pengamat Pendidikan Sebut Kuota Belajar Bukan Solusi untuk Siswa"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)