Peduli Lingkungan Jadi Mudah, Gojek Luncurkan Fitur Carbon Offset

Peduli Lingkungan Jadi Mudah, Gojek Luncurkan Fitur Carbon Offset

Yudistira Imandiar - detikInet
Kamis, 17 Sep 2020 22:20 WIB
Gojek
Foto: Gojek
Jakarta -

Emisi gas rumah kaca yang tinggi masih menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia. Upaya menekan emisi tidak dapat disandarkan pada upaya pemerintah semata, karena setiap individu berkontribusi pada timbulnya jejak karbon setiap saat dari aktivitas sehari-hari seperti memasak, menggunakan alat elektronik, juga berkendara

Untuk mendorong tumbuhnya budaya peduli lingkungan, serta memudahkan partisipasi level individu dalam upaya-upaya menjaga kualitas lingkungan hidup, Gojek meluncurkan program GoGreener Carbon Offset, bekerja sama dengan startup anak bangsa, Jejak.in, yang juga merupakan jebolan program akselerator startup Gojek Xcelerate batch keempat. Inisiatif Gojek ini merupakan yang perdana di industri ride-hailing di Indonesia dan dunia dalam mengembangkan fitur carbon offset secara business to consumer (B2C).

Melalui fitur ini , Gojek berinisiatif mengajak masyarakat, khususnya pengguna Gojek untuk menyerap jejak karbon harian yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari, dengan cara yang mudah. Gojek dan Jejak.in menyediakan scientific carbon calculator, untuk menghitung jumlah karbon yang dihasilkan melalui penggunaan motor atau mobil servis Gojek maupun pribadi Kalkulator jejak karbon ini menggunakan rekomendasi ilmiah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC).

Fitur GoGreener Carbon Offset dapat ditemukan di aplikasi Gojek melalui shuffle card yang posisinya dinamis. "Inovasi yang kami namakan GoGreener Carbon Offset ini hadir sebagai pilihan praktis bagi konsumen yang ingin berpartisipasi dalam upaya-upaya menjaga lingkungan hidup," kata Co-Founder dan Co-CEO Gojek Kevin Aluwi dalam konferensi pers virtual, Senin (14/9/2020).

Kalkulator ilmiah ini akan mengkonversi jumlah karbon yang dihasilkan, dengan sejumlah pohon yang perlu ditanam untuk menyerap jejak karbon tersebut. Pengguna kemudian dapat berpartisipasi dalam penyerapan jejak karbon masing-masing, dengan secara sukarela menyetujui jumlah pohon yang ditanam, dan melakukan pembayaran dengan GoPay. Selanjutnya, LindungiHutan, para petani mitra konservator GoGreener Carbon Offset,akan melakukan penanaman juga monitoring pohon untuk memastikan pertumbuhannya.

Kevin merinci bahwa pada tahapan pilot project, penanaman pohon akan dilakukan di 3 pilihan lokasi, yaitu kawasan ekowisata mangrove Pantai Indah Kapuk (PIK) DKI Jakarta, konservasi mangrove pesisir Desa Bedono, Demak, Jawa Tengah, dan Laskar Taman Nasional Mangrove Park Bontang, Kalimantan Timur. Untuk fase-fase berikutnya, fitur akan dikembangkan agar dapat menyediakan lebih banyak pilihan, baik dalam hal lokasi, jenis pohon, maupun metode penyerapan karbon lainnya seperti adopsi pohon, untuk memastikan keberlanjutan.

"Salah satu hal yang penting untuk kita adalah mendukung target pemerintah Indonesia dalam penurunan emisi Indonesia sebanyak 29 persen hingga tahun 2030. Untuk itu kami akan mendaftarkan inisiatif ini ke Sistem Registrasi Nasional (SRN) yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan," papar Kevin.

Head of Third Party Platform Gojek Sony Radhityo menambahkan, untuk menjaga akuntabilitas program GoGreener Carbon Offset, Gojek akan memberikan laporan kepada pengguna lewat email perihal periode penanaman pohon serta kuota yang sudah dicapai di setiap lokasi, juga laporan pertumbuhannya.

"Setelah ditanam pun konsumen akan menerima email laporan penanaman, yang berisi tautan ke sebuah dashboard untuk monitoring pertumbuhan yang diperbaharui secara berkali, 3 kali dalam setahun. Di situ bisa dilihat seperti tingginya pohon, diameter daun, tingkat kesehatan, bahkan warna daun bisa dilihat dari foto," urai Sony.

CEO Jejak.in Arfan Arlanda menimpali, pihaknya memiliki serangkaian teknologi AI (Artificial Intelligence) dan IoT (Internet of Things) dalam sensus pohon, termasuk memantau tumbuh kembang pohon..

"Bisa berkesempatan berkolaborasi dengan Gojek merupakan hal yang luar biasa bagi kami di bidang lingkungan hidup. Berangkat dari menjadi peserta batch 4 program akselerator startup Gojek Xcelerate, ini merupakan milestone yang sangat penting untuk kami untuk kemudian dapat bergabung ke dalam ekosistem Gojek," kata Arfan.

Ia berharap, lewat program GoGreener Carbon Offset masyarakat dapat berpartisipasi mengimbangi karbon yang dihasilkan. Tujuannya agar bisa menghadirkan lingkungan yang asri secara berkelanjutan.

"Sehingga inovasi ini bisa dikembangkan secara berkelanjutan dalam skala yang lebih luas lagi," imbuhnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih mengapresiasi inisiatif Gojek dan Jejak.in membuat inovasi yang memudahkan masyarakat untuk menyerap jejak karbon dalam level individu.

"Kami senang semakin banyak pihak yang difasilitasi oleh Gojek untuk menghadirkan gebrakan positif di masyarakat. Kemudahan teknologi seperti ini menjadi salah satu solusi meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyelamatkan lingkungan hidup," kata Andono.

(ega/fay)