Bill Gates Tak Yakin Vaksin Corona Tersedia Akhir Tahun 2020

Bill Gates Tak Yakin Vaksin Corona Tersedia Akhir Tahun 2020

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 16 Sep 2020 16:14 WIB
Bill Gates
Bill Gates Tidak Yakin Vaksin Virus Corona Tersedia Akhir Tahun Ini Foto: Reuters
Jakarta -

Bill Gates tidak yakin vaksin virus Corona yang saat ini dikembangkan akan mendapat persetujuan dari pemerintah Amerika Serikat sebelum akhir Oktober 2020.

Hal ini tidak sejalan dengan keinginan Presiden Donald Trump yang mengisyaratkan vaksin akan tersedia sebelum pilpres AS pada 3 November mendatang. Tapi ahli kesehatan seperti Dr Anthony Fauci sebelumnya juga tidak mengharapkan vaksin sebelum akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Senada dengan Fauci, Gates mengatakan ia lebih percaya diri akan ada terobosan baru pada awal tahun depan. Ia pun yakin satu perusahaan farmasi menjadi yang terdepan dalam pengembangan vaksin.

"Saya rasa ketika mulai masuk, katakanlah, Desember atau Januari, peluangnya adalah setidaknya dua atau tiga akan meminta izin edar, jika efektivitasnya ada," kata Gates dalam wawancara dengan CNBC, seperti dikutip detikINET, Rabu (16/9/2020).

"Dan kita memiliki uji coba tahap ketiga yang sedang berlangsung. Satu-satunya vaksin yang jika semuanya berjalan dengan sempurna, mungkin akan meminta lisensi penggunaan darurat pada akhir Oktober, adalah Pfizer," sambungnya.

The Gates Foundation, yayasan amal yang didirikan Bill dan Melinda Gates, pada Maret lalu telah mengumumkan kolaborasi untuk mengembangkan vaksin virus Corona dengan beberapa perusahaan, termasuk Pfizer.

Yayasan tersebut juga memegang saham Pfizer, termasuk perusahaan lain seperti Johnson & Johson, Merck dan lainnya. Mereka juga telah memberikan hibah jutaan dolar kepada Pfizer untuk mengembangkan berbagai macam vaksin dalam beberapa tahun terakhir.

CEO Pfizer, Albert Boula baru-baru ini mengatakan vaksin yang mereka produksi bisa didistribusikan di AS sebelum akhir tahun jika terbukti aman dan efektif. Perusahaan produsen vaksin lainnya seperti Moderna dan AstraZeneca juga telah menuju tahap akhir uji coba vaksin dan akan meminta persetujuan distribusi di AS.

"Kami melihat tingkat antibodi yang baik di fase satu dan fase dua, jadi kami sangat berharap," kata Gates tentang uji coba tersebut.

Tapi distribusi vaksin di AS dikhawatirkan akan terkena tekanan politik. Sejalan dengan keinginan Trump, Centers for Disease Control and Prevention telah memberitahu negara bagian AS untuk bersiap melakukan distribusi vaksin paling awal pada 1 November.

Tapi jadwal ini dikhawatirkan oleh ahli yang tidak ingin protokol keamanan dilewatkan karena alasan politik. Bagi Gates, janji dari pembuat vaksin setidaknya memberinya keyakinan bahwa hal itu tidak akan terjadi.

"Berita bagusnya adalah perusahaan vaksin terkemuka hari ini mengatakan mereka tidak akan meminta lisensi penggunaan darurat sampai mereka memiliki bukti kemanjuran," kata sang co-founder Microsoft.

"Kami juga harus melewati semua langkah keamanan agar orang-orang merasa ingin berpartisipasi dalam menerima vaksin ini," pungkasnya.

Sebelumnya Bill & Melinda Gates Foundation juga mendukung calon vaksin buatan Inovio. Namun Inovio malah akhirnya ketinggalan dalam balapan bikin vaksin ini karena tersandung masalah hukum terkait penggunaan teknologi dari perusahaan kompetitornya.



Simak Video "Ayah Bill Gates Meninggal Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)