Melania Trump Ketahuan Pakai Email Pribadi untuk Urusan Negara

Melania Trump Ketahuan Pakai Email Pribadi untuk Urusan Negara

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 04 Sep 2020 16:24 WIB
Ivanka Trump speaks to introduce President Donald Trump from the South Lawn of the White House on the fourth day of the Republican National Convention, Thursday, Aug. 27, 2020, in Washington. (Doug Mills/The New York Times via AP, Pool)
Melania Trump dan Donald Trump. Foto: AP Photo
Jakarta -

Ibu Negara Amerika Serikat (AS) Melania Trump dilaporkan menggunakan akun email pribadi dan aplikasi pesan instant saat berada di Gedung Putih. Yang mengkhawatirkan, Melania menggunakannya untuk berkomunikasi hal-hal terkait kenegaraan.

Dikutip dari The Washington Post, Melania menggunakan akun email Trump Organization, email dari domain MelaniaTrump.com, iMessage dan aplikasi chat Signal. Hal tersebut diketahui dari email dan pesan dengan tanggal setelah pelantikan yang dibeberkan oleh Stephanie Winston Wolkoff, mantan penasihat senior Melania Trump.

"Pesan tersebut berisi diskusi tentang perekrutan dan kontrak pemerintah (termasuk perekrutan Winston Wolkoff), jadwal terperinci untuk presiden dan ibu negara selama kunjungan kenegaraan ke Israel dan Jepang, kemitraan strategis untuk prakarsa Be Best, logistik Paskah dan keuangan untuk pelantikan presiden," tulis Washington Post.

Terungkapnya hal ini tentu menjadi ironi. Selama kampanye pemilihan presiden AS 2016, sang suami Donald Trump gencar menyerang lawan politiknya Hillary Clinton dengan isu keamanan terkait penggunaan email pribadi saat Hillary masih menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS.

"Ini sama saja seperti kasus Watergate, hanya saja jauh lebih buruk," kata Trump yang saat itu diusung Partai Republik.

Tudingan ini diperburuk dengan hasil investigasi FBI yang menggambarkan penggunaan email pribadi oleh Hillary termasuk untuk menangani informasi rahasia, sebagai tindakan yang sangat ceroboh. Isu ini bahkan diyakini ikut membuat elektabilitas Hillary merosot menjelang Pemilu AS 2016.

Penggunaan akun pribadi sebenarnya diperbolehkan secara hukum berdasarkan Presidential Records Act, tetapi dianggap bermasalah. Jika tidak disimpan dengan hati-hati, akan sulit untuk menyerahkannya sebagai tanggapan jika dipanggil pengadilan.

Pihak Gedung Putih tidak secara langsung merespons laporan ini. Sebaliknya, mereka malah menyinggung bahwa Wolkoff baru-baru ini merilis buku berjudul 'Melania and Me' dan menyebutnya sebagai karya yang tidak jujur.

"Buku ini bukan cuma membesar-besarkan sosok Melania Trump, tapi juga sangat tidak jujur. Ini adalah pemutarbalikkan kebenaran yang aneh dan menyalahkan yang salah demi mengasihani diri sendiri. Sangat disayangkan dia melebih-lebihkan persahabatan (dengan Melania) dan perannya yang sangat singkat di Gedung Putih sampai seperti ini," kata Stephanie Grisham, kepala staf dan juru bicara Melania Trump.

Namun kebiasaan Melania berkirim email dan berkomunikasi di Gedung Putih tidak diceritakan dalam buku tersebut.



Simak Video "Melania Trump Masih Batuk-batuk Usai Sembuh dari Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)
Debat Capres AS