Haji 2020 Selesai, Jamaah Wajib Karantina 14 Hari Pakai Gelang Elektronik

Haji 2020 Selesai, Jamaah Wajib Karantina 14 Hari Pakai Gelang Elektronik

Erwin Dariyanto - detikInet
Rabu, 05 Agu 2020 05:20 WIB
Muslim pilgrims pray on top of the rocky hill known as Mountain of Mercy on the Plain of Arafat during the annual hajj pilgrimage near the holy city of Mecca, Saudi Arabia, Thursday, July 30, 2020. Only about 1,000 pilgrims will be allowed to perform the annual hajj pilgrimage this year due to the virus pandemic. (Saudi Ministry of Media via AP)
Ilustrasi Haji 2020 Selesai, Jamaah Wajib Karantina 14 Hari Pakai Gelang Elektronik (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Pemerintah Arab Saudi dinilai berhasil menggelar ibadah haji 2020 dengan jumlah jamaah terbatas dan menerapkan protokol COVID-19 ketat. Semua prosesi ibadah haji telah selesai dilaksanakan dan kini jamaah sudah meninggalkan Masjidil Haram di Makkah.

Selanjutnya setelah selesai menjalankan ibadah haji 2020, jamaah diwajibkan menjalani karantina pribadi selama 14 hari. Petugas akan mewajibkan jamaah haji 2020 mengenakan terus gelang elektronik untuk memudahkan mekanisme kontrol.

Dikutip dari ArabNews, gelang elektronik dirancang untuk memantau kepatuhan para jamaah menjalani masa karantina baik sebelum maupun sesudah ibadah haji 2020. Gelang juga disebut bisa berfungsi untuk memantau dan mencatat status kesehatan jamaah melalui aplikasi 'Tatamman'. Semua upaya ini dilakukan oleh Pemerintahan Arab Saudi untuk menekan penyebaran COVID-19 atau virus Corona.

Pelaksanaan ibadah haji 2020 di tengah Pandemi COVID-19 mendapat pujian dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Direktur WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesu seperti dikutip dari Saudi Gazette menilai Pemerintah Arab Saudi berhasil menerapkan protokol kesehatan COVID-19 yang ketat dalam pelaksanaan haji 2020. Dia pun meminta negara-negara lain mencontoh pelaksanaan Haji 2020 oleh Arab Saudi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di tengah pandemi COVID-19.

"Ini adalah contoh sempurna dari pada yang bisa dilakukan negara-negara untuk menyesuaikan diri dengan situasi baru dan hidup berdampingan dengan virus dan melindungi kehidupan orang-orang," kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesu dalam pernyataannya.

Pada Sabtu, 1 Agustus lalu Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyebutkan bahwa tak ada laporan jamaah haji 2020 yang terpapar COVID-19. Tak ada juga laporan tentang penyakit yang diderita jamaah selama prosesi ibadah haji. Juru bicara keamanan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, Letnan Kolonel Talal Al-Shalhoub, mengatakan bahwa semua jamaah melakukan rangkaian ibadah haji 2020 dengan mengikuti protokol kesehatan dengan baik.

Kasus COVID-19 di Arab Saudi tercatat terus mengalami penurunan. Dilansir dari ArabNews, dalam sepuluh hari terakhir jumlah warga yang terpapar COVID-19 berada di bawah 2.000 orang. Pada Senin kemarin pihak kerajaan melaporkan ada 1.258 kasus baru, sehingga jumlah orang yang positif COVID-19 sebanyak 280.093.

Akibat pandemi COVID-19, Pemerintah Arab Saudi pernah memberlakukan lock down. Bahkan hingga kini Makkah dan Madinah tertutup bagi jamaah umroh. Sementara untuk pelaksanaan haji 2020, Pemerintah Arab Saudi melaksanakan dengan jumlah jamaah terbatas.



Simak Video "Sederet Teknologi yang Digunakan Jemaah Haji di Tengah Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/pal)