GoTransit Gojek Ingin Permudah Naik Angkutan Multimoda

GoTransit Gojek Ingin Permudah Naik Angkutan Multimoda

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 04 Agu 2020 20:35 WIB
Gojek
GoTransit Gojek Ingin Permudah Naik Angkutan Multimoda (Foto: Gojek)
Jakarta -

Gojek berupaya menghadirkan solusi komprehensif dalam mengintegrasikan transportasi multimoda agar mobilitas perkotaan lebih lancar dan nyaman. Salah satu upaya ini adalah dengan memperkenalkan GoTransit.

"Untuk meningkatkan integrasi transportasi multimoda, Gojek telah menghadirkan GoTransit. Solusi ini membantu pengguna kami merencanakan dan memantau perjalanan dari/ke berbagai titik hub transportasi publik melalui rekomendasi rute terintegrasi dan informasi operasional," kata Head of Transport Gojek Group Raditya Wibowo dalam diskusi virtual, Selasa (4/8/2020).

"Nantinya, layanan GoTransit ini akan memungkinkan pemesanan maupun pembelian tiket transportasi multimoda. Perjalanan yang lebih terhubung kami percayai bisa membuat masyarakat lebih banyak menggunakan transportasi publik," sambungnya.

Sebelumnya, Gojek sudah menghadirkan layanan GoRide Instan di empat stasiun terpadu, yaitu Stasiun Juanda, Stasiun Sudirman, Stasiun Tanah Abang, dan Stasiun Pasar Senen.

Dikatakan Raditya, Gojek tidak melihat transportasi publik dan angkutan berbasis aplikasi sebagai saingan. Sebaliknya, hubungan keduanya saling melengkapi.

Rangkaian solusi Gojek termasuk layanan GoRide dan GoCar menjadi pilihan utama masyarakat sebagai sarana penghubung awal dan akhir perjalanan (first-mile-last-mile) bagi pengguna transportasi publik di Jabodetabek.

"Dengan Gojek, transportasi publik lebih mudah dijangkau dan lebih sering digunakan masyarakat. Hal ini terbukti dari jumlah perjalanan dengan Gojek dari dan menuju hub transportasi yang meningkat 46% setiap tahunnya," ujarnya.

Menurutnya, Kenaikan tersebut menunjukkan kehadiran layanan GoRide dan GoCar telah menjadi bagian penting yang melengkapi transportasi publik, guna memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah urban seperti Jabodetabek.

Pernyataan Raditya tersebut diperkuat dengan data internal Gojek yang menyatakan 1 dari 2 pelanggan Gojek pernah menggunakan layanan Gojek dari atau menuju hub transportasi.

Contohnya antara lain, jumlah pengguna yang menggunakan layanan GoRide dan GoCar untuk mencapai stasiun MRT pada Desember 2019 meningkat hampir tujuh kali lipat sejak MRT diluncurkan. Selain itu, sebelas lokasi stasiun KRL Commuter Line dan Kereta Jarak Jauh juga menjadi titik berangkat dan tujuan yang paling sering dipesan pengguna layanan GoRide di Jabodetabek.

Raditya menjelaskan, masyarakat yang menggunakan GoRide dan GoCar sebagai penghubung awal dan akhir perjalanan ke pusat transportasi publik juga menghemat waktu perjalanan hingga 40%. Fitur dan layanan GoRide Instan mampu memangkas waktu tunggu pengguna hingga 40% di berbagai titik hubung transportasi publik seperti Stasiun MRT, KRL, dan Transjakarta.

Dalam diskusi yang sama, Sekretaris Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia Pusat Harya S. Dillon, Ph.D. mengatakan, kepercayaan penggunaan ojek online seperti Gojek di masa adaptasi kebiasaan baru mencapai hingga 45% dari total pengguna aktif transportasi publik, menduduki tingkat pertama dibandingkan pilihan transportasi lainnya.

"Total pengguna ojek online tersebut setidaknya mendukung hampir 66.2% total responden untuk tetap mau menggunakan transportasi publik," ungkap Harya.

Harya memaparkan, kehadiran transportasi online menjawab tantangan terkait simpul-simpul transportasi publik yang seringkali sulit untuk dijangkau masyarakat.

"Kehadiran transportasi online memberikan nilai lebih yang sebelumnya didapat dari transportasi pribadi. Sehingga, harus dimaksimalkan melalui integrasi antarmoda sebagai segmen sarana penghubung awal dan akhir perjalanan. Integrasi ini akan membuat pengguna angkutan publik dapat melakukan perjalanan secara mulus, tuntas dengan minim kendaraan pribadi," sebutnya.

Raditya menambahkan, di masa adaptasi kebiasaan baru seperti saat ini, Gojek telah melengkapi solusi non-teknologinya dengan protokol kesehatan dan keselamatan.

"Kami telah memiliki 35 Zona NyAman J3K (Jaga Keamanan, Jaga Kesehatan, Jaga Kebersihan) di berbagai kota termasuk di Jabodetabek. Di sini, terdapat pengukuran suhu tubuh bagi pelanggan dan mitra driver, pengelolaan antrian dengan prinsip physical distancing, penyediaan hand sanitizer dan hairnet, serta distribusi masker gratis untuk pengguna yang belum membawanya," tutupnya.



Simak Video "Gojek Kembangkan Layanan Integrasi Moda Transportasi Publik"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)