Belajar dari Rumah Bebas Kuota Pakai Radio Komunitas

Belajar dari Rumah Bebas Kuota Pakai Radio Komunitas

Robby Bernardi, - detikInet
Senin, 03 Agu 2020 21:25 WIB
Belajar dari Rumah Pakai Radio Komunitas di Pekalongan
Belajar dari Rumah Bebas Kuota Pakai Radio Komunitas (Foto: (Robby Bernardi/detikcom)
Pekalongan -

Belajar dari rumah pada masa pandemi Corona bukan artinya harus boros kuota. Kalau mau tanpa kuota bisa kok dengan teknologi radio komunitas.

Itulah yang dilakukan di SDN 01 Tegalontar, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Ada cara unik yang digunakan para guru dalam memberikan pelajaran tanpa harus tatap muka kepada murid-murid kelasnya. Ya, sudah sejak 26 Juni 2020, SD setempat memanfaatkan keberadaan sebuah radio komunitas sebagai media untuk proses belajar para siswa di rumah.

Awalnya, sekolah setempat menggunakan model daring pada umumnya, yang membutuhkan sebuah android sebagai sarananya. Namun, karena dinilai tingkat kehadiran siswa kurang dari lima puluh persen, para guru berpikir keras untuk menjangkau para siswanya tetap belajar tanpa harus menggunakan android.

"Ternyata dari evaluasi setelah sebelumnya kita lakukan daring, dari 289 siswa yang ada, hanya 244 atau 50 persen terlayani (pendidikan). Sebagian tidak," kata Yoso Kepala Sekolah SDN 01 Tegalontar, saat ditemui detikcom di kantornya, Senin (3/8/2020).

Menurut Yoso, sebagian besar muridnya yang berjumlah 245 siswa tidak terlayani pendidikan melalui daring. Salah satunya karena tidak memiliki HP android.

"Tidak memiliki android sebagian besarnya. Kalau punya pun, kuota yang tidak ada. Karena itulah kita berpikir bagaimana caranya agar layanan pendidikan ini bisa menyentuh semua murid," katanya.

Belajar dari Rumah Pakai Radio Komunitas di PekalonganGuru mengajar dengan siaranRadio Komunitas di Pekalongan (Robby Bernardi/detikcom)

Hingga akhirnya ditemukan cara murah meriah yakni dengan cara melalui radio komunitas. Dengan radio komunitas ini akan menjangkau semua siswanya untuk belajar dari rumah.

"Radio di tempat kami sangat familiar. Di HP android pun ada fasilitas radionya. Ya kita akhirnya memanfaatkan radio komunitas yang ada untuk bisa menjangkau semua anak-anak," katanya.

Hanya saja di awal pelaksanaannya diakuinya para guru memang harus menyesuaikan belajar menjadi penyiar agar materi pembelajaran dapat diterima oleh para siswa walaupun tanpa harus bertatap muka.

"Kita belajar menjadi penyiar agar materi pelajaran kita bisa mudah dipahami siswa," kata Uci Kursih guru Kelas V SDN 01 Tegalontar, saat ditemui detikcom usai melakukan recording di Radio Komunitas Sragi.

Bagi Uci, dirinya harus bisa menyesuaikan dari yang biasanya mengajar bertatap muka kini hanya berhadapan dengan operator radio komunitas. Setiap hari, radio komunitas ini akan menyiarkan mata pelajaran di sekolah pada pukul 09.00-12.00 WIB.

Dari jam-jam tersebut akan disiarkan berbagai tema pelajaran sesuai dengan kelasnya masing-masing. Siaran ini pun akan diulang kembali pada sore hari. Rata-rata satu tema pelajaran akan menghabiskan waktu sekitar 30 menit dalam satu siaran.

Bagaimana suasana belajar dari rumah? Simak di halaman berikut:



Simak Video "SMP di Makassar Beli 428 Tab Tablet Dukung Proses Belajar dari Rumah"
[Gambas:Video 20detik]