5 Tips Bikin Konten Viral di Medsos

5 Tips Bikin Konten Viral di Medsos

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jumat, 31 Jul 2020 19:11 WIB
People holding mobile phones are silhouetted against a backdrop projected with the Twitter logo in this illustration picture taken in  Warsaw September 27, 2013.   REUTERS/Kacper Pempel/Illustration/File Photo
Foto: Reuters/Kacper Pempel
Jakarta -

Dari jutaan konten yang beredar di media sosial, tak banyak yang bisa viral. Padahal, mungkin banyak netizen yang ingin kontennya viral di medsos. Berikut tips untuk membuat konten viral di medsos.

Riset dan bahas topik spesifik

Di Indonesia, banyak topik-topik 'tersembunyi' yang sebetulnya memiliki basis penggemar yang besar. Jadi, sebaiknya konten yang terlalu umum dihindari jika ingin viral, karena persaingannya akan lebih berat.

Ketika mau bikin konten, coba temukan niche atau kategori audience yang ingin disasar. Di tahun 2020, Indonesia sudah punya 160 juta pengguna media sosial, sehingga setiap topik berpotensi punya ratusan ribu hingga jutaan peminat.

Jadi yang Pertama Membawa Tren Terbaru

Jadilah orang pertama yang menirukan atau bahkan menciptakan tren terbaru di media sosial. Salah satu caranya adalah, perhatikan tren budaya pop yang sedang ada.

Apakah sedang ada lagu, film, drakor, anime, atau topik hangat di Twitter yang sedang ramai diperbincangkan? Bila ada, coba buat konten yang berkaitan dengan tren-tren tersebut, dan direka ulang.

Bila belum punya ide, selalu bisa adaptasi konten luar negeri kok. Coba lihat Youtuber, artis Tiktok, atau akun Twitter kocak luar negeri, dan cek konten paling viralnya. Nah, ide tersebut kemudian bisa dilokalisasi di medsos, salah satunya dengan menggunakan bahasa Indonesia.

Konten yang Viral Membangkitkan Emosi

Banyak konten yang viral saat ini tak melulu soal kualitas produksi. Seringnya konten tersebut adalah konten yang bisa membangkitkan emosi.

Inilah yang menjadi celah untuk yang ingin membuat konten viral. Hal-hal yang membangkitkan emosi merupakan hal-hal yang akan lebih membekas di ingatan, dan akan lebih mendorong orang untuk saling berbagi.

Berdasarkan hasil studi, iklan yang membangkitkan emosi bisa meningkatkan penjualan sampai 31%, sementara iklan berdasarkan fakta saja hanya meningkatkan sebesar 16%.

Emosi yang dimaksud bisa berupa rasa senang, takjub, kekesalan, kesedihan, haru, penasaran, dan gemas. Untuk yang haru dan takjub misalnya, anda bisa menceritakan kerja keras dalam mengejar, latihan, atau menciptakan sesuatu dari awal sampai akhirnya berhasil.

Untuk rasa gemas atau senang, anda bisa menunjukkan video tingkah laku hewan peliharaan atau anak kecil yang sedang berulah di akun medsos anda.

Debat Capres AS