Google Rilis Cara Baru Analisis Data Multiplatform dan Enkripsi Data

Google Rilis Cara Baru Analisis Data Multiplatform dan Enkripsi Data

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 15 Jul 2020 16:52 WIB
MEYRIN, SWITZERLAND - APRIL 19:  A detailed view in the CERN Computer / Data Centre and server farm of the 1450 m2 main room during a behind the scenes tour at CERN, the Worlds Largest Particle Physics Laboratory on April 19, 2017 in Meyrin, Switzerland.  Experiments at CERN generate colossal amounts of data (the LHC experiments produce over 30 petabytes of data per year). The Data Centre stores it, and sends it around the world for analysis. Archiving the vast quantities of data is an essential function at CERN. CERN has more than 130 Petabytes of stored data (the equivalent of 700 years of full HD-quality movies). CERN does not have the computing or financial resources to crunch all of the data on site, so in 2002 it turned to grid computing to share the burden with computer centres around the world.  The centre maintains disk and tape servers, which need to be upgraded regularly.  (Photo by Dean Mouhtaropoulos/Getty Images)
Google Rilis Cara Baru Analisis Data Multiplatform dan Enkripsi Data (Foto: Ilustrasi/Dean Mouhtaropoulos/Getty Images)
Jakarta -

Dua solusi baru untuk analisis data cerdas dan keamanan dirilis Google pada gelaran Next OnAir yang digelar Google Cloud pekan ini.

Solusi pertama adalah BigQuery Omni yang memungkinkan analisis data di berbagai platform cloud. Seperti diketahui, data adalah salah satu aset terpenting dalam mendorong transformasi digital.

Namun, data sering terkotak-kotak dalam server lokal, sistem buatan sendiri, atau di berbagai platform cloud. BigQuery Omni memungkinkan pelanggan memanfaatkan kapabilitas BigQuery untuk data yang disimpan di Google Cloud, Amazon Web Services (AWS), dan Azure (segera hadir).

Google Cloud

BigQuery

Didukung teknologi Anthos dari Google Cloud, BigQuery akan membuat pelanggan bisa langsung mengakses data mereka di Google Cloud, AWS, dan Azure untuk analisis tanpa perlu memindahkan atau menyalin set data.

Pelanggan akan bisa menganalisis data di region penyimpanannya melalui satu user interface sehingga mendapatkan pengalaman analisis yang terpadu.

"Memindahkan data di cloud sangat merepotkan dan mahal. Untuk mengatasi ini, kami terus melakukan investasi dalam bidang multi-cloud untuk mendemokratisasikan akses ke teknologi terbaik bagi pelanggan kami, apa pun penyedia layanan cloud yang mereka gunakan," kata General Manager and Vice President of Engineering Google Cloud Debanjan Saha, saat virtual media pre briefing pekan lalu.

"BigQuery Omni menyediakan keleluasaan bagi perusahaan untuk menyatukan data dan menciptakan pemahaman bisnis yang bisa ditindaklanjuti, tanpa perlu membayar biaya pemindahan data yang mahal dari penyedia layanan cloud lain ke Google Cloud," sambungnya.

Sementara itu, Country Director Google Cloud Indonesia Megawaty Khie menyebutkan, semakin banyak perusahaan mencari produk data yang menyediakan pengalaman yang konsisten dan lebih sederhana bagi solusi multi-cloud.

"Ini dikarenakan adopsi solusi hybrid dan multi-cloud telah menjadi standar baru. Peluncuran BigQuery Omni adalah titik pencapaian penting yang menunjukkan strategi Google Cloud dalam membantu pelanggan beroperasi secara efisien di lingkungan multi-cloud," ujarnya.

Google Cloud

Confidential Computing

Solusi kedua yang diperkenalkan di NextOnAir berkaitan dengan keamanan, yaitu portofolio Confidential Computing untuk enkripsi data.

Confidential Computing adalah teknologi baru yang mengenkripsi data dalam pemakaian--yaitu saat diproses. Lingkungan Confidential Computing menjaga data tetap terenkripsi di memori dan di semua titik lain di luar CPU.

Teknologi ini diklaim akan mentransformasi cara organisasi memproses data di cloud, mengelola kontrol atas data mereka, dan menjaga kerahasiaannya.

Dengan semakin banyaknya organisasi yang memindahkan beban kerjanya ke cloud, salah satu kekhawatiran terbesar adalah bagaimana cara memproses data sensitif sambil mempertahankan privasi. Google Cloud mengenkripsi data nonaktif dan data dalam transit, namun data pelanggan harus didekripsi saat diproses.

Confidential VMs adalah produk pertama dalam portofolio Confidential Computing Google Cloud. Google Cloud sudah menggunakan berbagai teknik isolasi dan sandboxing sebagai bagian dari infrastruktur cloud-nya untuk membantu menjaga keamanan arsitektur multi-tenant-nya.

Confidential VMs, yang sekarang berada dalam tahap beta, mengembangkannya lebih lanjut dengan menawarkan enkripsi memori sehingga pelanggan dapat lebih mengisolasi beban kerja di cloud.

Google mengklaim Google Cloud adalah penyedia layanan cloud besar pertama yang menawarkan taraf keamanan dan isolasi semacam ini sambil menyediakan bagi pelanggan solusi praktis yang tidak memerlukan perubahan kode aplikasi atau penurunan performa.

Confidential VMs tersedia dalam CPU AMD dan memanfaatkan virtualisasi terenkripsi aman yang didukung oleh CPU AMD EPYC Generasi Ke-2.

Dikatakan General Manager and VP of Security Google Cloud Sunil Potti, pelanggan di berbagai industri dihadapkan dengan kompleksitas dari aspek kepatuhan dan privasi di cloud, terutama di industri yang diregulasi seperti jasa keuangan, kesehatan, dan pemerintahan.

"Perusahaan-perusahaan ini ingin mengadopsi teknologi cloud terbaru, namun sering terhalang oleh persyaratan privasi data atau kepatuhan yang ketat. Confidential VMs akan membantu kami melayani pelanggan dalam industri semacam ini dengan lebih baik, sehingga mereka dapat dengan aman memanfaatkan inovasi teknologi cloud sambil menyederhanakan operasi di sisi keamanannya," ujarnya.

Informasi lebih lengkap mengenai dua solusi terbaru dari Google Cloud ini bisa diikuti dengan mendaftar acara Next OnAir '20 lewat tautan berikut ini. Rangkaian acara digital gratis akan berlangsung selama 9 minggu mulai 14 Juli 2020.

Ada lebih dari 200 sesi yang bisa ditonton, mulai dari keynote menarik dari sosok-sosok terkemuka di industrinya hingga peluang untuk mempelajari teknologi canggih bersama para developer terbaik Google.



Simak Video "Siapkan Tenaga Digital Bangsa, Google Gelar Wisuda JuaraGCP"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)