Pernah Kena Gangguan Mental, Selebgram Awkarin Bakal Buat Project Ini

Pernah Kena Gangguan Mental, Selebgram Awkarin Bakal Buat Project Ini

Alfi Kholisdinuka - detikInet
Rabu, 08 Jul 2020 21:40 WIB
Smartfren
Foto: Alfi Kholisdinuka
Jakarta -

Mentall illness atau penyakit mental merupakan kondisi kesehatan mental yang melibatkan perubahan emosi, pemikiran, perilaku, atau kombinasi dari ketiganya. Gangguan mental sering dikaitkan dengan gejala depresi yang dialami oleh penderitanya.

Hal ini bisa menimpa siapa saja tak terkecuali selebgram sekaligus YouTuber Awkarin. Ia mengaku mengalami sakit mental pada 2018 lalu. Menurutnya stigma gangguan mental tersebut jangan dikonotasikan secara negatif, sebab kesehatan merupakan suatu hal yang harus dijaga oleh tiap orang.

"Menurut aku kesehatan mental itu konotasinya nggak selalu negatif, lu punya gangguan mental bukan berarti sakit jiwa, karena kebanyakan orang Indonesia, stigmanya nih orang gangguan mental nih pasti sakit jiwa, emang benar jiwanya lagi sakit dan harus diobatin dan caranya kita cari yang profesional seperti psikolog untuk cerita," ujarnya dalam Live Streaming Power Up Talk 'Transforming Limitation Into Strength' bareng Smartfren di detikcom, Rabu (8/7/2020).

Karin mengatakan gangguan mental masih kurang dipahami dan dipedulikan oleh banyak orang termasuk para orang tua yang anaknya terkena gejala penyakit mental. Padahal, gangguan mental itu obatnya tidak harus obat, melainkan dipedulikan oleh orang sekitar.

"Karena obatnya itu nggak harus bentuk obat, karena obatnya untuk jiwa itu kadang cukup menenangkan diri, dan ngobrol sama orang, dipeduliin atau mungkin rehat untuk istirahat, juga ngasih gift buat diri sendiri itu kadang solusinya seperti itu," terangnya.

Maka dari itu, ia pun berencana untuk membuat suatu project agar menyadarkan banyak orang tentang pentingnya kesehatan mental ini. Dia berharap setelah COVID-19 mereda dapat membuat konsultasi gratis bersama psikolog untuk ratusan orang yang mengalami gangguan kesehatan mental atau mental illnes.

"Misalkan COVID-19 sudah mereda atau hilang, gue pengen bikin sama temen temen gue, tiga hari bebas konsultasi secara free. Jadi per hari itu kuotanya mungkin 100 orang ya, jadi nanti bakal tersedia 10 psikolog dan mereka bakal bisa konsultasi soal ini," jelasnya.

"Karena apa, banyak banget orang nggak bisa konsultasi ke psikologi karena biayanya mahal orang masih mikir, gue nggak mesti ke psikolog bisa ke yang lain, dan orang jadi ngeremehin karena biaya tadi," imbuh dia.

"Maka dari itu, di sini aku mau buat donasi, dan donasi ini ada tiga 300 orang yang bisa dalam waktu tiga hari agar bisa konsultasi gratis itu," pungkasnya.



Simak Video "smartfren POWER UP Talks - Karin Novilda Ubah Keterbatasan Menjadi Kelebihan"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/fay)