Pandemi COVID-19 Paksa Hajatan Developer Se-Indonesia Digelar Online

Pandemi COVID-19 Paksa Hajatan Developer Se-Indonesia Digelar Online

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 03 Jul 2020 17:40 WIB
Ilustrasi startup
Pandemi COVID-19 Paksa Hajatan Developer Se-Indonesia Digelar Online. Foto: Ilustrasi/Oli Scarff/Getty Images
Jakarta -

Dicoding kembali dipercaya menjadi mitra Baparekraf Developer Day (BDD) 2020--sebelumnya bernama BEKRAF Developer Day. Sejak dimulai pada 2016, platform pengembangan ekosistem developer lokal ini berpartisipasi aktif menyukseskan program yang telah dihadiri lebih dari 20 ribu developer di 19 kota se-Indonesia ini.

Di 2020, BDD hadir dengan semangat mengaktifkan kembali ekonomi pasca-pandemi. BDD 2020 bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi developer selaku pelaku ekonomi kreatif di subsektor pengembangan aplikasi, permainan digital, web dan teknologi, secara khusus bagi para pelaku kreatif di bidang pengembangan aplikasi dan game.

Mengingat situasi pembatasan sosial di sebagian besar wilayah Indonesia masih berlangsung, BDD tahun ini hadir dalam format online. Meski euforianya mungkin tidak seperti ketika menggelar acara offline, sisi positif dari BDD yang dilaksanakan online tahun ini adalah bisa menjangkau lebih banyak peserta di seluruh Indonesia.

CEO Dicoding Narenda Wicaksono menyebutkan, BDD 2020 yang diadakan secara online ini merupakan upaya yang berbeda dan monumental dibandingkan BDD di tahun-tahun sebelumnya.

"Empat tahun ke belakang setiap perhelatan Developer Day secara offline selalu menjadi magnet bagi ribuan peserta. BDD selalu jadi salah satu acara highlight yang dinanti semua developer," ujarnya lewat keterangan resmi yang diterima detikINET, Jumat (3/7/2020).

"Kini, di tengah keterbatasan dalam penyelenggaran kegiatan berskala besar, BDD online hadir membawa semangat dan angin segar untuk pengembangan talenta terdampak COVID-19. Lewat talenta digital yang terus berinovasi, kita harus optimis Indonesia bisa pulih,," sambungnya.

Senada dengan semangat di atas, Muhammad Neil El Himam selaku Direktur Aplikasi dan Tata Kelola Ekonomi Digital Kemenparekraf menyampaikan bahwa BDD 2020 adalah ajang bagi talenta digital untuk berkumpul, berjejaring, berbagi ilmu dan pengalaman, serta bertukar ide dan gagasan.

"Melalui BDD 2020, Dicoding bersama Baparekraf ingin menjangkau lebih banyak developer (dan startup) yang secara nyata dibutuhkan sebagai tulang punggung industri digital Indonesia," ujarnya.

Belajar Topik Kekinian, Gratis!

Program BDD 2020 online bersifat gratis. Para peserta berkesempatan untuk belajar online dan langsung (live) pada Sabtu, 18 dan Minggu, 19 Juli.

Mereka akan mendapatkan pemaparan dan dapat bertanya langsung terkait 4 topik kekinian yang sangat dibutuhkan industri masa kini, yakni Track Teknologi, Track Android, Track Permainan digital, dan Track Web.

Keempatnya berlangsung dari pukul 08.00-17.00 WIB dalam dua hari. Deretan narasumber yang menjadi pemateri tentunya adalah para pakar di keempat bidang yang telah dikurasi.

Mereka adalah para engineer dan praktisi tersertifikasi dari berbagai unicorn, perusahaan teknologi, perusahaan multinasional, komunitas, dan usaha rintisan. Lebih dari 5.000 peserta dan pelaku kreatif dapat bergabung pada dua hari penyelenggaraan event online BDD 2020.

Fasilitas Belajar

Acara ini merupakan program pengembangan talenta digital kreatif yang ditujukan pada seluas-luasnya Warga Negara Indonesia tanpa sekat usia, latar belakang pendidikan, dan pekerjaan.

Ada dua pilihan track yang tersedia yakni Pengembangan Front End Web dan Pengembangan Aplikasi Android. Dicoding akan memberikan fasilitasi hingga 12 ribu individu yang dimulai dari tingkat pemula sebagai prasyarat.

Kompetisi

Peserta akan ditantang berlomba menghasilkan solusi digital terbaik guna memecahkan persoalan sehari-hari. Ini merupakan rangkaian terakhir program BDD yang akan terbuka dari tanggal 1 September-1 Desember 2020.

Cara Ikutan

Pendaftaran event dan fasilitasi belajar BDD 2020 telah dibuka melalui alamat website bdd.kemenparekraf.go.id. Perlu diingat, seluruh kegiatan bersifat gratis.

Adapun pengumuman dan informasi lebih lanjut mengenai program ini akan disampaikan melalui kanal sosial media Dicoding yakni Instagram: @dicoding, Facebook: Dicoding, Twitter: @dicoding, dan YouTube: Dicoding Indonesia.

Program tahunan ini diharapkan bisa menjadi jembatan para peserta untuk dapat mengembangkan diri dan maju membawa Indonesia sebagai bangsa pemenang di era digital.

"Meski dihantam pandemi, sebagai salah satu rumah ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, Indonesia tetap punya potensi dan sumber daya yang konkrit untuk maju jadi pemenang," tutup Narenda.



Simak Video "Ini Dia Salah Satu Peluang Startup yang Masih Jarang Ada di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)