Hyppe, Media Sosial Baru Asal Indonesia Siap Unjuk Gigi

Hyppe, Media Sosial Baru Asal Indonesia Siap Unjuk Gigi

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jumat, 26 Jun 2020 14:44 WIB
Hyppe
Foto: Dok. Hyppe
Jakarta -

Tingginya adopsi media sosial oleh pengguna internet di Indonesia dilihat sebagai peluang yang bisa digarap oleh Hyppe.

Bahkan Presdir PT Hyppe Teknologi Indonesia yakin kalau saat ini masih terbuka kesempatan bagi Indonesia untuk mempunyai media sosial sendiri, tak cuma untuk pasar lokal melainkan juga di tingkat global.

Keyakinan ini didasari oleh riset dari Hootsuite yang menyebut jumlah pengguna media sosial di Indonesia yang mencapai 160 juta, atau 59% dari jumlah penduduk. Tak cuma jumlahnya yang masif, waktu rata-rata penggunaannya pun tinggi, mencapai 3 jam 26 menit per hari, lebih tinggi dari angka rata-rata global yang hanya 2 jam 24 menit per hari.

Hyppe Teknologi Indonesia sendiri merupakan perusahaan startup teknologi lokal yang didirikan tahun 2018 dan berkantor di kawasan Sudirman, Jakarta. Mengangkat brand Hyppe sebagai umbrella brand-nya, saat ini terdapat 10 unit bisnis yang disiapkan.

Unit bisnis tersebut antara lain adalah HyppeVid (large video content/landscape video), HyppeDiary (short video content/portrait video), HyppeStory (flash story), HyppeChat (chatting platform/avatar chat), HyppeCompetition (competition platform), HyppeSound (audio content & music player), HyppePic (photo/image content), HyppeScript (documents content/text format), HyppeLive (live streaming platform), HyppeGames (interactive/online games).

Nantinya 10 unit bisnis itu akan menjadi satu kesatuan dalam aplikasi media sosial Hyppe, yang saat ini masih dalam tahap pengembangan. Aplikasi ini pun didukung teknologi Blockchain dan Fingerprint Combat sebagai basis teknologinya. Hyppe pun mengaku bakal menjadi salah satu platform terbaik bagi kreator konten untuk menuangkan ide kreatif mereka yang sekaligus bisa dimonetasi dan juga menjaga hak kepemilikan kontennya.

"Kami ingin berkontribusi lebih besar bagi bangsa ini dengan mendukung pemerintah dalam menumbuhkan ekonomi digital melalui sektor teknologi. Caranya, membangun sebuah Platform Social Media karya anak bangsa yang mampu bersaing di tingkat global," ungkap Hondo dalam keterangan yang diterima detikINET.

Teknologi yang diusung akan menjaga hak kepemilikan konten sekaligus membantu meminimalisir penyebaran informasi hoaks di jagad maya yang kini telah menjadi salah satu ancaman nyata jika tidak segera diatasi sejak dini.

Vice President Hyppe Technology Holding's Berhad (Asia) Sammy Goh mengatakan, PT Hyppe Teknologi Indonesia telah bermitra dan menggandeng dua perusahaan teknologi raksasa dunia dalam membangun dan mengembangkan aplikasi Hyppe sebagai platform media sosial terbesar di Indonesia.

Ini adalah langkah awal menuju ekspansi global secara bertahap dalam misi jangka menengah untuk lima tahun kedepan dan menyelesaikan pembangunan data center di tiap negara dari 15 negara di seluruh dunia. Saat ini Hyppe sedang melakukan finalisasi rencana pembangunan data center yang akan berpusat di kawasan kota digital, Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang.



Simak Video "Kakek yang Hina Agama Islam di Medsos Jadi Tersangka"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)