Google, Apple dkk Protes Aturan Imigrasi Baru Donald Trump

Google, Apple dkk Protes Aturan Imigrasi Baru Donald Trump

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 24 Jun 2020 16:56 WIB
President Donald Trump looks at his phone during a roundtable with governors on the reopening of Americas small businesses, in the State Dining Room of the White House, Thursday, June 18, 2020, in Washington. (AP Photo/Alex Brandon)
Google, Apple dkk Protes Kebijakan Imigrasi Donald Trump (Foto: AP Photo/Alex Brandon)
Jakarta -

Presiden Donald Trump baru saja mengeluarkan kebijakan yang membatasi imigrasi menuju Amerika Serikat. Langkah ini langsung mendapat kecaman dari sejumlah perusahaan teknologi seperti Google, Twitter, Amazon, Facebook dan Tesla.

Trump pada Senin lalu menandatangani perintah eksekutif yang menangguhkan pekerja asing dengan visa H-1B yang memungkinkan perusahaan untuk menggaet pekerja asing berkemampuan tinggi di bidang tertentu, dan visa L-1 yang memungkinkan perusahaan untuk memindahkan pegawai dari kantornya di luar negeri.

Dikutip detikINET dari CNBC, Rabu (24/6/2020) pembatasan visa ini akan diterapkan mulai 24 Juni hingga akhir tahun ini. Trump mengatakan perintah eksekutif ini diterapkan untuk membatu memulihkan ekonomi AS di tengah pandemi virus Corona, dan akan menghadirkan lowongan pekerjaan baru warga AS.

Tapi langkah ini langsung ditentang oleh perusahaan teknologi yang banyak menggaet pekerja lewat skema visa H-1B. Termasuk Amazon yang merupakan penerima visa H-1B terbanyak dibanding perusahaan lain pada tahun 2019.

"Mencegah profesional berkemampuan tinggi untuk memasuki negara ini dan berkontribusi pada pemulihan ekonomi Amerika menempatkan daya saing global Amerika dalam bahaya," kata Amazon dalam keterangan resminya.

Dampak pembatasan imigrasi visa H-1B memang akan paling dirasakan oleh perusahaan teknologi. Dari data U.S. Citizenship and Immigration Services pada tahun 2019, delapan dari 10 perusahaan yang mendapatkan visa H-1B terbanyak berasal dari perusahaan teknologi, dengan Amazon di peringkat pertama dengan hampir 3.000 permintaan yang diterima.

CEO Google dan Alphabet Sundar Pichai juga menentang keputusan ini. "Imigrasi telah berkontribusi sangat besar pada kesuksesan ekonomi Amerika, membuatnya menjadi pemimpin teknologi global, dan juga Google hingga menjadi perusahaan seperti sekarang," kata Pichai lewat akun Twitter-nya.

"Kecewa dengan proklamasi hari ini -- kami akan terus mendukung imigran dan bekerja untuk memperluas kesempatan bagi semua," sambungnya.

CEO SpaceX dan Tesla Elon Musk juga menyampaikan kekecewaannya lewat Twitter. Ia mengatakan skill-skill tingkat tinggi yang dibatasi oleh aturan imigrasi ini merupakan pencipta lapangan kerja di AS.

CEO Apple Tim Cook juga menyerukan kecamannya lewat Twitter. "Seperti Apple, bangsa imigran ini selalu menemukan kekuatan di keberagaman, dan berharap pada janji American Dream," kata Cook.

"Tidak ada kesejahteraan baru tanpa keduanya. Sangat kecewa dengan proklamasi ini," sambungnya.



Simak Video "Cuitan Donald Trump Dapat Label Peringatan dari Twitter"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fyk)