Menkominfo Sebut Indonesia Masih Kekurangan Talenta Digital

Menkominfo Sebut Indonesia Masih Kekurangan Talenta Digital

Adi Fida Rahman - detikInet
Senin, 15 Jun 2020 20:33 WIB
LONDON, ENGLAND - MARCH 15:  People work at computers in TechHub, an office space for technology start-up entrepreneurs, near the Old Street roundabout in Shoreditch which has been dubbed Silicon Roundabout due to the number of technology companies operating from the area on March 15, 2011 in London, England. Entrepreneurs using TechHub are predominantly product-oriented tech companies who rent desk space and use the fast wifi. The relatively low rental rates and proximity to media and internet companies has made the area close to the roundabout a prime location for IT firms and web entrepreneurs.  (Photo by Oli Scarff/Getty Images)
Ilustrasi. Foto: Oli Scarff/Getty Images
Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyatakan saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan akan kebutuhan tenaga kerja ahli bidang digital yang masih belum tercukupi. Padahal saat ini Indonesia membutuhkan talenta digital untuk menghadapi industri 4.0.

"Laporan World Bank tahun 2016 mencatat bahwa saat ini Indonesia mengalami kekurangan tenaga kerja semi terampil dan terampil sebesar 9 juta orang dalam 15 tahun. Artinya, rata-rata kita harus menghasilkan talenta digital sejumlah 600.000 orang setiap tahun," ujarnya dalam Pembukaan Online Academy Angkatan 2 Digital Talent Scholarship(DTS)2020 secara online, Senin (15/06/2020).

Dilanjutkannya saat ini Indonesia sangat membutuhkan beberapa jenis hard skills untuk menghadapi revolusi industri 4.0, seperti Big Data Analytics, Artificial Intelligence, Cybersecurity, Cloud Computing, Internet of Things, Machine Learning, dan sebagainya. Selain keahlian dalam bentuk hard skills, setiap talenta digital harus dilengkapi dengan soft-skill yaitu 21st Century Skills.

"Saya menyebutnya sebagai 4C, yakni Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication. Kombinasi dari kecakapan-kecakapan inilah yang paling dibutuhkan untuk akselerasi transformasi digital menuju digital society Indonesia," jelasnya.

Guna menyiapkan kebutuhan sumberdaya manusia itu, Kominfo menyelenggarakan program 'stimulus' DTS. Dari tahun ketahun jumlahnya terus ditingkatkan.

Saat program itu terlaksana pertama kali di 2018 menjaring 1.000 peserta. Tahun 2019, Kemkominfo memperbesar kesempatan dengan memberikan kepada 25.000 peserta dengan 22 tema pelatihan. Pada masa pandemi ini, Kementerian Kominfo fokus melaksanakan Online Academy yang ditujukan untuk 50.000 peserta.

"Dalam pelaksanaannya, kami bekerja sama dengan Global Technology Company, start-up lokal, dan asosiasi profesi," terang Menkominfo.

Menkominfo Johnny G PlateMenkominfo Johnny G Plate Foto: Kominfo

Selain itu ada pula akademi lain yang dilaksanakan bekerja sama dengan lebih dari 90 perguruan tinggi di Indonesia. Sedangkan akademi-akademi lain juga dilaksanakan melalui kerjasama dengan lebih dari 90 Universitas dan Politeknik yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia.

Terkait program Online Academy DTS 2020 telah membuka seleksi angkatan 1 dan angkatan 2. Program OA angkatan 1 yang saat ini tengah berlangsung dan diikuti oleh 20.483 peserta.

Tema-tema yang ditawarkan adalah OpenStack Administrator, Containers, Kubernetes, OpenShift; IT Essentials, CCNA (Cisco Certified Network Analysis), Network Engineer; CCNA Cyber Operations Specialist; Python; Programming HTML, JavaScript, Digital Entrepreneurship, dan Digital Marketing.

"Untuk OA angkatan 2 ini, Kominfo menerima sekitar 20.500 pendaftar dan sebanyak 13.172 lolos pendaftaran. Jumlah ini belum termasuk pendaftar tema Digital Entrepreneurship yang masih dibuka hingga tanggal 25 Juni 2020," tutur Johnny.

Dalam angkatan 2 Online Academy DTS 2020, terdapat tema antara lain: Android Developer, iOS Developer, Augmented Reality, Associate Cloud Engineer, Digital Skills, Programming HTML, JavaScript, dan Digital Entrepreneurship.

Menteri Kominfo berharap peserta pelatihan DTS 2020 dapat memanfaatkan kesempatan dengan baik. "Saat inilah kita perlu bergegas menyambut kesempatan-kesempatan besar di bidang digital, menyongsong digital society, masyarakat digital Indonesia," pungkasnya.



Simak Video "Divonis Bersalah oleh PTUN, Ini Respons Menkominfo"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/fay)