Mengenal Heli Mi-17 yang Jatuh di Kendal

Mengenal Heli Mi-17 yang Jatuh di Kendal

Tim - detikInet
Minggu, 07 Jun 2020 12:31 WIB
Helikopter jenis MI-17 dikerahkan untuk mengangkut bantuan untuk korban gempa di Donggala, Sulawesi Tengah. Helikopter itu milik Skadron 31/Serbu Penerbad TNI AD.
Mi-17 milik TNI-AD saat mengangkut bantuan untuk gempa Sulteng. Foto: Istimewa/Puspen TNI
Jakarta -

Helikopter TNI-AD bertipe Mi-17 jatuh di Kendal Jawa Tengah. Begini spesifikasi dan teknologi yang ada di heli buatan Rusia itu.

Mi-17 adalah heli yang didesain oleh Mil Moscow Helicopter Plant dan dibuat oleh Kazan Helicopter Plant, yang mempunyai pabrik di Kazan dan Ulan-Ude, Rusia. Heli ini dikembangkan dari rangka yang dipakai oleh Mi-8, dan pertama diperkenalkan ke publik pada tahun 1981.

Angkatan bersenjata Rusia sendiri masih menggunakan heli ini untuk operasionalnya, hanya saja mereka lebih mengenalnya dengan nama Mi-8MT, sementara Mi-17 sendiri memang ditujukan untuk keperluan ekspor.

Aslinya, Mi-17 adalah heli yang dibuat untuk keperluan transportasi, namun ada juga versi yang dimodifikasi dengan berbagai senjata sebagai helikopter yang dipergunakan untuk memberikan dukungan udara bagi pasukan yang ada di darat.

Dari segi desain, Mi-17 punya satu keunikan. Yaitu rotor yang ada di ekornya diposisikan di ujung ekornya yang lazim disebut port, bukan di bagian starboard. Mesin, rotor, dan transmisi utamanya adalah Klimov TV3-117MT.

Ada juga opsi mesin yang lebih bertenaga, yaitu Isotov TV3-117VM yang bertenaga 1545 kW. Juga Klimov VK-2500PS-03 yang bertenaga 1800kW (2400 hp). Kecepatan maksimalnya adalah 280 km/jam, dengan cruise speed sebesar 260 km/jam.

Jarak tempuh maksimal Mi-17 adalah 800 km, dengan jumlah penumpang maksimal 24 orang atau bobot internal maksimal 4 ton dan bobot eksternal maksimal 5 ton. Dimensi helikopter ini adalah panjang 18,4 meter dan tinggi 5,65 meter dengan diameter rotor sepanjang 21,25 meter.

Mi-17 (dan Mi-8MT) mempunyai puluhan varian dengan berbagai peruntukan dan mesin yang berbeda. Dari mulai versi standar sebagai heli transpor, rumah sakit, SAR, dan heli untuk perang elektronik.

Ada lebih dari 60 negara yang tercatat mengoperasikan Mi-17, baik untuk keperluan militer ataupun sipil salah satunya Amerika Serikat. Bahkan pasukan khusus AS (US Special Forces) pun tercatat beberapa kali menggunakan Mi-17 milik CIA dalam Operation Enduring Freedom di Afganistan.

Mi-17 milik TNI-AD yang jatuh di Kendal sedang melakukan latihan terbang endurance kedua. Helikopter dengan nomor registrasi HA 5141 tersebut sedang melaksanakan misi latihan terbang di Pusat Pendidikan Penerbang AD, Semarang, Jawa Tengah. Misi ini sebagai bagian dari program Pendidikan Calon Perwira Penerbang 1.

Helikopter itu terbakar usai jatuh di Kawasan Industri Kendal. Akibat peristiwa ini, empat prajurit TNI AD gugur dan lima orang luka-luka. Empat prajurit yang gugur yakni Kapten Cpn Kadek, Kapten Cpn Fredi, Kapten Cpn Y Hendro, dan Lettu Cpn Wisnu.

zona hitam


Simak Video "Mabes TNI Investigasi Kecelakaan Helikopter MI-17 "
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)