Gandeng YesDok, DANA Belum Kepikiran Jadi Super App

Gandeng YesDok, DANA Belum Kepikiran Jadi Super App

Virgina Maulita Putri - detikInet
Jumat, 05 Jun 2020 20:14 WIB
Peluncuran Dana Dompet Digital

CEO Dana Vincent Iswara (kiri) bersama Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia Triawan Munaf (tengah) saat melakukan transaksi menggunakan aplikasi Dompet Digital Dana disela peluncuran Dompet Digital Indonesia DANA, di Jakarta, Rabu (5/12). Dana adalah dompet digital berkonsep  open platform yang diperkuat oleh tekhnologi berkelas dunia dan memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Grandyos Zafna/detikcom
Gandeng YesDok, DANA Belum Kepikiran Jadi Super App (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

DANA menggandeng layanan telemedicine YesDok untuk menyediakan konsultasi kesehatan bagi pengguna langsung dari aplikasinya. Walau sudah memperbanyak jenis layanan yang ditawarkan, DANA mengatakan tidak memikirkan status super app.

Super app sendiri adalah istilah yang digunakan beberapa aplikasi yang menyediakan banyak layanan dalam satu atap. Beberapa contoh aplikasi super di Indonesia adalah Gojek dan Grab.

Menurut Chief Innovation Officer DANA, Darrick Rochili saat ini yang menjadi prioritas bagi DANA adalah memenuhi visi dan misinya untuk membantu masyarakat Indonesia berpindah ke dunia digital.

"Kalau mau kerjasama kita lihat apakah ini in line dengan visi dan misi kita. Apakah ini friendly dan accessible bagi user," kata Darrick dalam konferensi pers virtual, Jumat (5/6/2020).

"Kita punya service, YesDok punya service, kita sama-sama ingin masyarakat aman dan nyaman saat konsultasi dengan dokter," sambungnya.

Kolaborasi ini juga terjadi karena kedua perusahaan sama-sama mengedepankan keamanan pengguna dan inovasi teknologi. Seperti YesDok yang selain menawarkan layanan kesehatan juga memiliki ekosistem internet of things (IoT) yang membedakannya dengan layanan lain.

"Di iPhone kita punya aplikasi yang terkoneksi dengan Apple Watch. Di Android kita bisa connect dengan Fitbit dan kita sedang approach dengan Samsung," kata Irwan dalam kesempatan yang sama.

Sedangkan soal privasi, YesDok memiliki protokol untuk mengamankan privasi pengguna baik dari segi data maupun konsultasi mereka dengan dokter.

"Jika teman-teman merasa sangat privat sekali bisa diubah ke telephone mode jadi tidak perlu pake video. Kalau harus perlihatkan video bisa diatur untuk tidak melihatkan muka," jelas Irwan.



Simak Video "Komisioner KPU Sebut Laporan Dana Kampanye Hanya Formalitas"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)