Perang Twitter Neo Nazi VS Anti Fasis di Amerika Terkait George Floyd

Perang Twitter Neo Nazi VS Anti Fasis di Amerika Terkait George Floyd

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Jumat, 05 Jun 2020 13:00 WIB
Melihat Lebih Lanjut Cara Twitter Berikan Label di Cuitan
Perang Twitter Neo Nazi VS Anti Fasis di Amerika Terkait George Floyd (Foto: DW SoftNews)
Jakarta -

Kelompok anti fasis dituding berada di balik kerusuhan demo protes kematian George Floyd. Mereka dapat perlawanan di Twitter dari kelompok Neo Nazi.

Biar tidak bingung, dijelaskan dulu nih apa itu anti fasis (Antifa). Mereka adalah kelompok yang menolak supremasi kulit putih, sering disebut kelompok sayap kiri. Menurut ABC Australia, isu mereka biasanya anti rasisme, anti seksisme dan anti kapitalis. Nah, kematian George Floyd membuat kelompok anti fasis ikut turun ke jalan.

Presiden AS Donald Trump menuduh militan sayap kiri anti fasis adalah provokator kerusuhan demo George Floyd. Bahkan di Twitter, Trump mengancam akan menggolongkan Antifa sebagai organisasi teroris.





Padahal, Mark Bray sebagai pengarang Antifa: The Anti-Fascist Handbook mengatakan aksi mereka non-kekerasan. Namun mereka sering diidentikan dengan kekerasan. Menurut Bray itu semata-mata merespons kelompok fasis dan Naziisme (sayap kanan) yang cenderung pada kekerasan.

Terkait dengan aksi protes kematian George Floyd, kelompok Antifa mendapat perlawanan dari kelompok Neo Nazi yang membela supremasi kulit putih. Media sosial jadi platform untuk mereka bertengkar.


Kalau saling caci maki itu biasa, namun yang parah adalah menciptakan akun palsu untuk mengadu domba. News.com Australia seperti dilihat Jumat (5/6/2020) memberitakan Twitter mematikan sejumlah akun milik kelompok white supremasis (Neo Nazi).

"Mereka melanggar kebijakan spam manipulasi platform, khususnya membuat akun palsu," kata Twitter.

Jadi kelompok Neo Nazi dengan sengaja membuat akun dengan nama @ANTIFA_US. Dengan berpura-pura jadi kelompok Antifa, mereka memprovokasi massa untuk merusuh di kawasan pemukiman penduduk.


Menurut Twitter, kelompok Neo Nazi ini teridentifikasi sebagai organisasi Identity Evropa. Akun mereka diberangus karena memprovokasi kekerasan dengan akun palsu dan itu melanggar peraturan di Twitter. Kelompok yang sama juga mencoba memprovokasi di Facebook, tapi ketahuan juga.

Lantas bagaimana posisi kelompok white supremasis terhadap kasus George Floyd? Anti-Defamation League mengatakan kelompok white supremasis juga membela George Floyd karena mereka anti terhadap polisi. Tapi di saat bersamaan, mereka juga memusuhi kelompok anti fasis --yang juga membela George Floyd-- karena melawan rasisme.

Bingung? Apa mereka cuma membonceng isu George Floyd? Yang jelas, baik sayap kiri dan sayap kanan, cenderung para kekerasan. Hal itu tentu disayangkan karena aksi membela George Floyd mestinya bisa berlangsung dengan damai.

zona hitam


Simak Video "Ancam Tembak Penjarah, Cuitan Trump Dilabeli 'Mengagungkan Kekerasan'"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fyk)