Ratusan Karyawan Facebook Mogok, Ini Komentar Zuckerberg

Ratusan Karyawan Facebook Mogok, Ini Komentar Zuckerberg

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 03 Jun 2020 16:58 WIB
Mark Zuckerberg
Mark Zuckerberg. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Ratusan pegawai Facebook melakukan mogok kerja virtual, mereka protes terhadap kebijakan perusahaan yang membiarkan postingan kontroversial Presiden Donald Trump. Mark Zuckerberg selaku pendiri dan CEO Facebook pun angkat bicara.

Mogok kerja terjadi setelah sejumlah pegawai Facebook mengkritik perusahaannya secara terbuka karena tidak memoderasi postingan kontroversial milik Trump setelah kematian George Floyd.

Salah satunya adalah postingan yang terlihat seperti mengancam demonstran, "Ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai." Ucapan yang sama juga dipasang di Twitter, tapi perusahaan berlogo burung itu langsung memastikan cuitan Trump melanggar aturan karena glorifikasi kekerasan.

Dikutip detikINET dari Reuters, Zuckerberg telah berbicara pada karyawan Facebook dan menyatakan dia tetap teguh pada keputusannya tetap menayangkan postingan Trump.

Melalui chat video, Zuck mengakui bahwa keputusan itu memang mengecewakan sebagian karyawan. Akan tetapi perusahaan telah melakukan review menyeluruh dan memutuskan tidak akan menghapusnya.

Salah satu pegawai Facebook yang ikut dalam rapat online itu mengutarakan kekecewaan. "Sangat jelas hari ini bahwa pimpinan menolak untuk berdiri bersama kami," tulis Brandon Dail, Interface Engineer di Facebook.

Sebelumnya, Zuckerberg tidak setuju dengan keputusan Twitter yang mengecek fakta di balik cuitan yang dibuat politisi. Pria berusia 36 tahun ini mengatakan ia ingin pengguna tetap bisa melihat unggahan ini dan memutuskan sendiri apa yang ingin mereka percayai.



Simak Video "Susul Twitter, Kini Facebook Cs Juga Blokir Video Kampanye Trump"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)