Twitter Sentil Cuitan Donald Trump dengan Cek Fakta

Twitter Sentil Cuitan Donald Trump dengan Cek Fakta

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 27 Mei 2020 11:26 WIB
WASHINGTON, DC - MARCH 31: U.S. President Donald Trump participates in the daily coronavirus task force briefing in the Brady Briefing room at the White House on March 31, 2020 in Washington, DC. The top government scientists battling the coronavirus estimated on Tuesday that the virus could kill between 100,000 and 240,000 Americans. Trump warned that there will be a Very, very painful two weeks ahead as the nation continues to grapple with the outbreak of the COVID-19 virus.   Win McNamee/Getty Images/AFP
Twitter Sentil Cuitan Donald Trump (Foto: Win McNamee/Getty Images/AFP)
Jakarta -

Sudah bukan rahasia lagi kalau Twitter adalah platform media sosial favorit Presiden Donald Trump. Tapi sepertinya perusahaan yang dipimpin Jack Dorsey ini tak lagi akan mendapat label tersebut.

Twitter mulai mengecek fakta di balik klaim yang dibuat Trump lewat cuitannya. Karena dianggap membuat klaim yang menyesatkan dua cuitan Trump mendapatkan label peringatan.

Dikutip detikINET dari Engadget, Rabu (27/5/2020) cuitan tersebut berisi klaim tentang pemungutan suara menggunakan surat yang dianggap Trump berbahaya untuk pemilihan umum di AS.

Di bawah cuitan tersebut Twitter menaruh label bertuliskan 'Get the facts about mail-in ballots'. Jika diklik label tersebut akan mengarah pada informasi dari pengecek fakta bahwa klaim ini tidak memiliki bukti apa-apa.

Label peringatan dari Twitter untuk cuitan TrumpLabel peringatan dari Twitter untuk cuitan Trump Foto: Twitter

Twitter juga menghubungkan link tersebut dengan laporan dari beberapa media seperti CNN, The Washington Post dan beberapa media lainnya yang membuktikan klaim ini tidak tepat.

Begitu tahu cuitannya ditandai menyesatkan oleh Twitter, Trump langsung murka. Lewat beberapa cuitan selanjutnya Trump langsung menuduh Twitter telah mengganggu pemilu 2020 di AS.

"Twitter benar-benar melumpuhkan kebebasan berpendapat, dan saya, sebagai Presiden, tidak akan membiarkan itu terjadi," tulis Trump dalam cuitannya.

Label ini menandakan pertama kalinya Twitter mengecek fakta di balik klaim yang dibuat Trump. Twitter sebelumnya pernah memberikan label 'manipulated media' untuk video yang di-retweet Trump karena terbukti telah direkayasa.

Juru bicara Twitter mengatakan dua cuitan Trump diberi label karena informasi yang berpotensi menyesatkan. Tapi mereka tidak mengatakan apakah akan melabeli cuitan Trump lainnya.

"Tweets itu mengandung informasi yang berpotensi menyesatkan tentang proses pemungutan suara dan telah diberi label untuk memberikan konteks tambahan tentang pemungutan suara lewat surat," kata juru bicara Twitter kepada Engadget.



Simak Video "Cuitan Donald Trump Dapat Label Peringatan dari Twitter"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fyk)