CEO Microsoft Tak Suka Work From Home, Kenapa?

CEO Microsoft Tak Suka Work From Home, Kenapa?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 20 Mei 2020 10:05 WIB
Satya Nadella CEO Microsoft
CEO Microsoft, Satya Nadella. Foto: Ardhi Suryadhi/detikINET
Seattle -

Bekerja dari rumah atau atau work from home jadi hal biasa saat pandemi Corona sekarang ini. Tapi rupanya CEO Microsoft, Satya Nadella, tidak begitu menyukainya.

Jack Dorsey bos Twitter telah mengeluarkan aturan bahwa pegawai Twitter bisa permanen kerja dari rumah. Demikian pula pegawai Google kemungkinan WFH sampai akhir tahun ini. Sedangkan Microsoft bisa jadi akan lebih cepat meminta karyawan kerja di kantor.

Itu karena Nadella merasa bekerja dari rumah bisa mempengaruhi kesehatan mental dan mengganggu interaksi sosial. Pria kelahiran India ini pun merindukan meeting secara fisik.

"Apa yang saya rindukan adalah saat Anda mengikuti rapat fisik, Anda berbicara pada orang yang ada di samping Anda, Anda bisa terkoneksi dengan mereka beberapa menit sebelum dan sesudah rapat," cetusnya, dikutip detikINET dari Financial Express.

Di samping itu, susah menggantikan pertemuan fisik dalam hal mengasah soft skill. "(Pertemuan fisik) berat untuk ditirukan secara virtual, sebagaimana soft skill yang penting untuk melakukan mentoring atau managing," paparnya.

Beberapa waktu lalu, Satya sempat menceritakan pengalamannya kerja dari rumah. Ia menceritakan awalnya selalu bekerja di tempat tidur. Tapi anaknya kemudian membantunya sehingga sekarang, ia bekerja di meja di rumahnya.

"Putri saya membantu melakukan setting komputer karena saya sebelumnya selalu bekerja di kasur. Sekarang, saya bekerja di meja," katanya.

Microsoft sebenarnya adalah salah satu perusahaan pertama yang menerapkan kerja dari rumah demi mencegah penularan COVID-19. Kabar terbaru, pegawai mereka kemungkinan akan masuk pada bulan Oktober mendatang.



Simak Video "Twitter akan Izinkan Karyawan WFH Selamanya"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)