Startup Binaan Grab Ventures Velocity Fokus Bantu UMKM Kuliner

Startup Binaan Grab Ventures Velocity Fokus Bantu UMKM Kuliner

Angga Laraspati - detikInet
Jumat, 15 Mei 2020 18:10 WIB
Pendaftaran program Grab Ventures Velocity angkatan kedua sudah dibuka. Pendaftaran program ini akan dibuka hingga 15 Mei 2019 mendatang.
Startup Binaan Grab Ventures Velocity Fokus Bantu UMKM Kuliner (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Grab Ventures Velocity (GVV) tahap 3 sudah memasuki tahap final, dan 5 finalis sudah terpilih yang selanjutnya akan mendapatkan pitching dari Grab. Adapun tema besar GVV tahun ini ada pemberdayaan UMKM. Namun karena pandemi COVID-19 program semula yang Memberdayakan Pengusaha Mikro berubah menjadi Program Dukungan Usaha Kuliner.

Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengungkapkan sekitar 80% merchant grabFood adalah UMKM, sehingga program GVV angkatan ketiga ini ingin membimbing startup untuk mendukung UMKM melewati COVID-19, karena teknologi dapat berdampak besar bagi sektor kuliner.

"Fokus program GVV kali ini adalah untuk mendukung usaha kuliner, khususnya UMKM kuliner karena COVID dan PSBB sangat berpengaruh bagi mereka, sekitar 60% terkena dampak dan 30% mengalami penurunan pendapatan yang drastis," ujar Neneng dalam telekonferensi pers virtual, Jumat (15/5/2020).

Ada 5 besar startup yang berhasil untuk menarik perhatian Grab yang akan membantu para UMKM kuliner dalam menghadapi COVID-19, yaitu KliknClean (solusi kebersihan), Luna POS (manajemen keuangan), Printerous (low cost printing), dan Get Craft (demand growth) yang semuanya dari Indonesia serta Workmate (manajemen SDM) dari Singapura.

Neneng menambahkan kelima UMKM tersebut memang sudah memiliki potensi dan akan sustainable untuk tetap menjalankan bisnis. Nantinya kelima startup terpilih tersebut akan memperoleh bimbingan yang dapat memperkuat model bisnis mereka di tengah pandemi.

Selama program ini, startup yang terpilih akan menguji layanan mereka ke basis merchant GrabFood. Merchant yang tertarik dapat mendaftarkan diri kepada Grab yang kemudian akan dihubungkan kepada layanan dari startup tersebut. Layanan dari kelima startup tersebut diharapkan dapat membantu mereka meningkatkan kinerja, sekaligus mengurangi biaya operasional.

"Ada kurang lebih 400 merchant GrabFood yang bisa di-engage oleh solusi dari startup terpilih ini. Adapun untuk indikator keberhasilannya adalah berapa banyak merchant-merchant kami yang menggunakan jasa dari start up-start up kami itu, dan memakainya secara reguler," jelas Neneng.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki yang turut hadir dalam telekonferensi pers virtual ini mengatakan UMKM sangat berdampak COVID-19, karena ekonomi Indonesia 99% merupakan UMKM. Untuk itu UMKM perlu dibantu agar dapat terus berkontribusi pada perekonomian.

"Tentu ini teknologi yang mampu membuat pengusaha UMKM menjadi besar. Saya senang sekali hari ini sudah diumumkan para pemenang GVV yang ketiga. Saya berharap para startup ini dapat memberikan solusi digital kepada UMKM kuliner ini yang terdampak (COVID-19)," ujar Teten.

Sebagai informasi, Program GVV ini akan dilangsungkan selama 16 minggu ke depan, setelah itu kelima startup akan melakukan pitching kepada Grab. Selama program ini, startup yang terpilih juga akan menguji layanan mereka ke basis merchant GrabFood. Startup yang berhasil akan mendapat kesempatan untuk berkolaborasi bersama Grab dalam bentuk kemitraan komersial.

Turut hadir pada telekonferensi tersebut, President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dan juga para finalis dari GVV tahap ketiga kali ini.

(prf/fay)