Data Mitra GoFood Aman, Pakar IT: Waspadai Kejahatan Rekayasa Sosial

Data Mitra GoFood Aman, Pakar IT: Waspadai Kejahatan Rekayasa Sosial

Inkana Putri - detikInet
Kamis, 14 Mei 2020 20:56 WIB
Gojek
Pakar IT Sebut Data Mitra GoFood Tetap Aman (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

Di tengah PSBB dan pandemi COVID-19, transaksi Gojek mengalami kenaikan yang signifikan, khususnya pada layanan GoFood. Di sisi lain, menjadi penting bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap berbagi risiko penipuan dengan teknik manipulasi psikologis oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Pakar IT dan Ahli Keamanan Digital dari Swiss German University, Charles Lim, mengatakan bahwa peningkatan transaksi online di platform digital Gojek yang naik secara signifikan perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi keamanan digital para konsumen. Seperti peribahasa mengatakan 'ada gula ada semut', penipu menyasar pengguna yang kurang waspada dan cermat saat bertransaksi online.

Charles menguraikan lebih lanjut bahwa jenis penipuan di platform digital selama masa pandemi masih didominasi oleh teknik rekayasa sosial, atau dengan cara manipulasi psikologis korban, bukan peretasan sistem. Terdapat dua variasi khusus yang terjadi.

"Pertama, korban dimanipulasi sehingga mereka membocorkan sendiri informasi pribadi seperti nomor KTP, alamat, tanggal lahir, nomor rekening dan lainnya. Penipu kemudian menggunakan informasi tersebut untuk membuat KTP palsu yang digunakan untuk melakukan tindak kejahatan," ujarnya dalam keterangan tertulis Gojek, Kamis (14/5/2020).

Kedua, lanjut Charles, korban mendapat telepon dari penipu yang mengatasnamakan perusahaan, misalnya Gojek, untuk meminta data informasi pribadi seperti nomor rekening bank, email dan password. Informasi rekening bank tersebut kemudian digunakan oleh penipu untuk menguras uang korban melalui transaksi aplikasi mobile banking.

Guna mengedepankan keamanan siber serta perlindungan data mitra dan pengguna, Gojek berfokus pada tiga hal, yaitu edukasi, teknologi, dan proteksi. Dari sisi teknologi, Gojek memiliki teknologi Gojek SHIELD yang dioperasikan oleh tim keamanan digital kelas dunia dan terdiri dari data scientist, engineers dan juga pakar cyber security. Sehingga menjaga seluruh pihak dari ancaman keamanan melalui fitur penyamaran nomor telepon, tombol darurat, intervensi chat, dan juga fitur keamanan yang terdapat pada layanan GoBiz untuk melindungi data serta transaksi mitra merchant GoFood.

"Gojek SHIELD juga diaplikasikan untuk menunjang fitur keamanan pada aplikasi GoBiz, berfungsi untuk mengamankan transaksi para mitra usaha Gojek. Dalam super app khusus untuk mitra merchant GoFood ini, para mitra merchant terlindungi lewat keberadaan fitur keamanan seperti, verifikasi PIN; validasi terhadap driver pengambil pesanan; pengaturan peran pengguna untuk akses pemilik, manajer, dan kasir; dan fitur konfirmasi bagi pemilik untuk verifikasi kepemilikan data outlet," ujar VP Corporate Affairs Food Ecosystem, Rosel Lavina.

Di luar dukungan teknologi Gojek SHIELD, untuk mencegah berbagai upaya penipuan secara berkala Gojek juga menjalankan pilar edukasi. Yakni dengan memberikan informasi terkait keamanan digital kepada para pelanggan dan mitra melalui konsep JAGA yakni:

1. Jangan bayar di luar aplikasi,
2. Amankan data pribadi,
3. Gunakan PIN, dan
4. Adukan hal mencurigakan melalui email resmi dan bantuan di aplikasi Gojek

Informasi edukatif tentang keamanan digital ini dikirim ke seluruh mitra usaha Gojek yang tersebar di seluruh Indonesia. Meskipun begitu, Gojek terus mengimbau agar seluruh mitra merchant berhati-hati untuk tidak membagikan data-data pribadi dan juga operasional bisnis ke pihak manapun. Seperti salah satu mitra merchant GoFood pemilik outlet kuliner Dejamu, Aike Tirtayadi yang sempat mengalami penipuan, tapi berhasil menghalau penipu dengan menanyakan pertanyaan-pertanyaan mendasar mengenai usahanya.

"Awalnya saya tidak sadar bahwa ini adalah penipuan, hingga penipu ini terus memaksa meminta kode OTP yang masuk ke HP saya dan tulisannya pun kode ini tidak boleh dibagikan kepada siapapun termasuk pihak Gojek. Dari situ, saya mulai ragu dan berinisiatif untuk menanyakan hal-hal yang sebenarnya mudah dijawab seperti apa nama outlet saya yang terdaftar di GoFood dan siapa nama saya selaku pemiliknya. Pertanyaan mendasar seperti itu saja, si penipu tidak bisa menjawab, malah terbata-bata bahkan marah dan terus mengancam, hingga akhirnya penipu menutup teleponnya," ujar Aike.

Terkait upaya penipuan tersebut, Aike mengaku langsung melaporkan hal tersebut kepada Gojek. Ia mengatakan, pihak Gojek juga menyarankan untuk melakukan pengecekan informasi melalui kanal resmi milik Gojek secara berkala guna menghindari penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dalam pendistribusian informasi edukatif, Gojek mengimbau kepada para mitra untuk tidak memberikan data pribadi seperti nomor kartu ATM serta kredit ataupun kode CVV, kode OTP, dan nama ibu kandung yang terdaftar pada akun perbankan atau identitas diri lainnya yang tertera di KTP. Gojek juga menegaskan, karyawan dan petugas tidak akan menanyakan informasi yang bersifat rahasia atau meminta melakukan transfer dana. Secara berkala, Gojek memberikan informasi dan edukasi terkait keamanan melalui kanal resmi, yaitu email, blog, platform sosial media Facebook, YouTube dan Instagram.

"Setelah melaporkan hal ini kepada pihak Gojek, saya diberi tahu untuk secara berkala mengecek informasi terkait layanan Gojek hanya dari channel resmi seperti email, blog dan media sosial. Jadi, sebagai merchant memang kita harus juga rajin untuk membaca atau mengakses pemberitahuan resmi dari Gojek hingga bisa meminimalisir kemungkinan kita ditipu oleh oknum tidak bertanggung jawab di luar sana," jelasnya.

Untuk menekankan pilar edukasi dalam memberikan keamanan bertransaksi, Gojek juga bekerja sama dengan Kominfo RI serta pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan literasi digital bagi masyarakat melalui edukasi sepanjang tahun 2020. Masyarakat, mitra, dan pelanggan nantinya akan mendapat akses materi edukasi dalam bentuk poster, infografis, kuis di aplikasi Gojek, maupun video iklan layanan masyarakat yang mudah dipahami.

Materi tersebut akan disampaikan melalui aplikasi Gojek, media sosial, forum kopdar mitra Gojek, maupun sosialisasi di beberapa kota bersama Center for Digital Society Universitas Gadjah Mada (CfDS UGM). Dengan begitu, masyarakat akan lebih sadar mengenai pentingnya keamanan data pribadi.

Tak hanya itu, dalam memenuhi kebutuhan informasi kepada mitra dan pelanggan, Gojek menghadirkan layanan Customer Service yang beroperasi selama 24/7. Pelanggan Gojek dapat menggunakan layanan ini di 021-50849000 atau melalui email ke customerservice@go-jek.com. Sementara, untuk mitra usaha Gojek dapat menghubungi Pusat Bantuan Mitra Usaha Gojek melalui 1500 171 atau mitrausaha@gojek.com pada pukul 09.00-18.00.

(prf/ads)