Teliti Virus Corona, Folding@Home Gotong Royong Bikin Komputer Super

Teliti Virus Corona, Folding@Home Gotong Royong Bikin Komputer Super

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Selasa, 24 Mar 2020 13:18 WIB
Gorengan Sel Virus Corona
Folding@Home Gotong Royong Bikin Komputer Super Teliti Virus Corona (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Semakin meluasnya pandemi corona membuat semakin banyak orang 'menyumbangkan' PC-nya untuk penelitian virus tersebut.

'Sumbangan' ini diberikan ke komunitas Folding@Home yang kebanjiran kekuatan komputasi dari para penyumbangnya. Saat ini mereka mempunyai kekuatan komputasi sebesar 470 petaflops yang bisa digunakan untuk meneliti bermacam virus, corona salah satunya.

Kekuatan komputasi itu setara dengan tujuh komputer super terkencang di dunia yang digabungkan. Bahkan, kekuatan komputasi ini lebih dari dua kali lipat lebih kencang ketimbang Summit, komputer super terkencang di dunia saat ini.

Menurut tim Folding@Home, selama dua minggu ke belakang ada peningkatan 1200% jumlah kontributor di komunitas tersebut, dengan sekitar 400 ribu anggota baru, demikian dikutip detikINET dari Engadget, Selasa (24/3/2020).

Seperti diberitakan sebelumnya, Folding@Home adalah komunitas milik Universitas Stanford yang menggalang bantuan untuk meneliti bermacam virus dan penyakit yang ada di dunia, salah satunya adalah virus corona.

Cara penggalangan bantuannya adalah dengan mencari kontributor untuk menyumbangkan kekuatan komputasi dari PC miliknya yang sedang tak digunakan. Pengguna cukup menginstal program Folding@Home dan membiarkan program tersebut aktif saat PC sedang tak digunakan.

Penelitian yang dilakukan komunitas ini adalah meneliti bentuk lipatan protein dengan mensimulasikan prosesnya. Dengan begitu, mereka bisa menemukan cara untuk mengobati penyakit seperti Alzheimer, kanker, dan SARS (variasi virus corona).

"Untuk kedua corona virus (2019-nCoV dan SARS), tahap infeksi pertama terjadi di paru-paru, di mana protein di permukaan virus akan menempel pada reseptor protein di sel paru-paru. Virus protein ini dinamakan spike protein, yaitu protein yang tidak stagnan. Mereka akan bergoyang, terlipat dan membuka lipatan ke berbagai bentuk. Kami perlu meneliti tak cuma satu bentuk dari virus protein, namun semua bentuknya," tulis Folding@home dalam keterangannya.



Simak Video "Dievakuasi Petugas, Pasien Corona di Mamuju Disemangati Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)