Grab Bantu Orang Tua Tunggal Perempuan Berdikari dengan Teknologi

Grab Bantu Orang Tua Tunggal Perempuan Berdikari dengan Teknologi

Abu Ubaidillah - detikInet
Sabtu, 07 Mar 2020 14:51 WIB
Grab Indonesia
Foto: Dok. Grab Indonesia
Jakarta -

Ketika ASEAN diproyeksikan menjadi kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia pada tahun 2030, Asian Development Bank (ADB) memperkirakan bahwa peluang perempuan Asia untuk bersaing di dunia kerja 70% lebih kecil dibanding laki-laki. Sampai kini, kesenjangan gender tersebut masih ada.

Namun pada Bulan Maret 2019, International Finance Corporation (IFC) merilis laporan yang menyebut bahwa kehadiran layanan transportasi berbasis teknologi telah mampu memfasilitasi perempuan untuk masuk ke dalam industri transportasi.

"Temuan tersebut sejalan dengan 4 dari jutaan kisah ibu tunggal yang telah membuktikan bagaimana teknologi dapat membuat mereka lebih mandiri," ujar Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/3/2020).

Hal tersebut, sesuai dengan kisah dua orang tua tunggal perempuan yang sukses berdikari melalui teknologi. Salah satunya adalah Bariah, seorang ibu berusia 30 tahun dengan satu anak balita yang memiliki warung makan Mie Aceh di kawasan Setia Budi, Jakarta Selatan. Ia mengaku penjualannya meningkat setelah menjadi mitra GrabFood.

"Alhamdulillah pesanan makin banyak, bisa sampai 200-300 orderan per hari," terangnya.

Bariah menambahkan, saat ini ia telah mempekerjakan 8 orang karyawan untuk melayani pesanan pembeli di warungnya yang buka 24 jam. Selain melancarkan bisnis, menurutnya, Grab juga membantu kehidupan sehari-harinya sebagai ibu tunggal.

"Dari pulsa, token listrik, bahkan sampai bahan-bahan masakan juga bisa beli lewat Grab jadi bisa hemat waktu dan tenaga buat main sama anak. Saya juga senang jadi bisa buka lapangan pekerjaan bagi orang lain," ujar Bariah.

Beda lagi kisah dari Kristina, ibu tunggal asal Medan yang telah mendirikan warung sejak tahun 1997 dan menjadi sumber pendapatan utamanya untuk membiayai tiga orang anaknya.

"Sejak memanfaatkan teknologi GrabKios, sekarang bisa menjadi lebih hemat dan juga bebas mengatur kebutuhan toko setiap kali belanja," ujar Kristina.

Awalnya ia mengaku kesulitan karena harus mengurus anak dan berbelanja berbagai kebutuhan warungnya seorang diri. Namun saat ini, melalui kemudahan teknologi ia mengaku semakin terbantu.

"Enggak perlu menyewa becak bermotor setiap kali mau belanja. Ongkosnya bisa ditabung. Semua bisa dikontrol lewat telepon genggam saya. Pembeli semakin ramai karena kini saya bisa menawarkan layanan seperti pembayaran tagihan PLN, BPJS, PDAM, juga pembelian pulsa dan paket data," terang Kristina.

Itulah dua ibu tunggal yang sukses berdikari melalui teknologi. Kedua kisah tersebut dapat menjadi inspirasi untuk seluruh perempuan Indonesia atau para ibu pada peringatan Hari Perempuan Internasional dengan tema #EachForEqual dari Grab.

(prf/fay)