Kamis, 27 Feb 2020 13:54 WIB

Indonesia Punya 2.193 Startup, Jokowi: Belum Cukup

Virgina Maulita Putri - detikInet
Microsoft DevCon Presiden Joko Widodo. Foto: Virgina Maulita Putri/detikinet
Jakarta -

Pertumbuhan pesat ekosistem startup di Indonesia rupanya menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tapi menurutnya, adanya ribuan startup di Indonesia saat ini masih belum cukup.

Hal ini diutarakan Jokowi saat memberikan pidato sambutan di acara Digital Economy Summit 2020 di Ballroom Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta. Dalam acara yang juga dihadiri CEO Microsoft Satya Nadella ini, Jokowi mengatakan ekosistem startup Indonesia termasuk salah satu yang paling aktif di dunia.

"Indonesia tercatat memiliki ekosistem startup yang paling aktif di Asia Tenggara. Nomor lima di dunia setelah Amerika, India, Inggris dan Kanada, ini supaya dimengerti betul," kata Jokowi di Jakarta, Kamis (27/2/2020).

"Kita memiliki 2.193 startup. Ada satu decacorn. Ada empat unicorn. Tapi itu juga belum cukup," sambungnya.

Menurut Jokowi, Indonesia masih memiliki banyak potensi yang bisa digarap dan dimanfaatkan, terutama untuk memanfaatkan pertumbuhan ekonomi digital. Apalagi penetrasi jaringan internet yang semakin luas semakin memperbesar pasar.

Jokowi mengatakan penetrasi internet di Indonesia pada tahun 2019 sudah mencapai 65%. Selain itu, saat ini sudah ada 171 juta pengguna internet di Indonesia dari populasi sebesar 260 juta.

Lebih lanjut, Jokowi melihat semakin banyak startup yang lahir tapi ia ingin agar startup tersebut menghasilkan produk yang tidak hanya berkontribusi dalam ekonomi digital tapi juga menyelesaikan masalah krusial di masyarakat.

"Produk digital juga harus menyelesaikan masalah-masalah di masyarakat misalnya meningkatkan akses pendidikan untuk masyarakat tidak mampu dan terpencil, menyediakan pendanaan untuk usaha mikro dan usaha kecil, termasuk crowdfunding," jelas Jokowi.

Untuk memudahkan pembentukan dan pengembangan startup di era ekonomi digital, Jokowi juga berjanji pemerintah akan memperbaiki sejumlah sistem mulai dari regulasi dan birokrasi hingga kerjasama dengan lembaga investasi dunia.

"Pemerintah akan terus bekerja keras untuk memperbaiki ekosistem ekonomi digital, mempermudah sumber pendanaan, mentoring, mempermudah ekosistem kerjasama dengan lembaga investasi dunia serta birokrasi dan regulasi yang kondusif," pungkasnya.

Indonesia Punya 2.193 Startup, Jokowi: Belum Cukup


Simak Video "Sejumlah Kementerian Bakal Duduk Bareng Bahas Tuntas Startup"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fyk)