Talenta Digital Indonesia Pintar-pintar, Tapi...

Talenta Digital Indonesia Pintar-pintar, Tapi...

Adi Fida Rahman - detikInet
Jumat, 31 Jan 2020 18:37 WIB
Herman Wijaya Vice President of Engineering Tokopedia
Herma Wijaya. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta -

Cukup banyak yang memandang sebelah mata kemampuan talenta digital Indonesia. Tapi bagi bos engineer Tokopedia, talenta digital Indonesia pintar-pintar.

"Sebenarnya orang Indonesia itu pintar-pintar loh. Banyak di Silicon Valley dan Seattle yang pintar-pintar dan jadi pemimpin di perusahaan ternama," ungkap Herman Wijaya, Vice President of Engineering Tokopedia saat ditemui di kantornya.

Ketika dirinya balik ke Tanah Air, dia melihat talenta digital Indonesia masih berusia 30 tahun telah banyak mempimpin 50 - 70 orang. Dan Ini, menurut Herman, memberikan harapan cerah bagi Indonesia di masa depan.

Belum lagi soal kegigihan dan kreativitas. Di contohkannya soal pengiriman di e-Commerce. Di Amerika Serikat saja kebanyakan pengiriman paling cepat dua hari. Sementara di Indonesia sudah bisa dilakukan di hari yang sama.

Namun ada dua hal yang harus diharus diperhatikan oleh talenta digital Tanah Air, yakni mengatasi rasa takut dan malu. Karena dia melihat banyak SDM Indonesia yang malu bertanya dan takut melangkah.

Herman Wijaya, Vice President of Engineering TokopediaHerman Wijaya, Vice President of Engineering Tokopedia Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Dan kebanyakan selalu ingin menunggu memonen yang dirasa pas, ketika semua siap mereka baru melangkah. Padahal kita dihadapkan persaingan global.

"Tokopedia punya slogan 'Mulai Aja Dulu', itu yang sebenarnya yang kita harus breakthrough. Tidak akan inovasi kalau kita tidak mencoba. Ketika berani mencoba harus berani gagal. Kalau gagal ya tidak apa-apa, selama kita belajar dari kegagagalan tersebut," papar pria jebolan Monash University ini.

Pengembangan Talenta

Herman mengaku sangat senang dengan program yang pemerintah canangkan untuk lima tahun ke depan, yakni SDM yang unggul.

Menurutnya untuk membangun SDM unggul dan maju adalah tanggung jawab semua pihak dan harus dilakukan secara kolaboratif, mulai dari pelaku bisnis, pemerintah, institusi pendidikan, hingga komunitas independen.

"Kami melihat untuk membangun SDM bukan hanya swasta yang bekerja, semua harus ambil andil. Perusahaan punya kekuatan mengetahui kebutuhan pasar, akademia terdepan dalam riset, dan pemerintah di regulasi," kata bapak dua anak ini.

Dengan semangat inilah, Herman dan talenta engineer di Tokopedia akan berbagi pengalaman dalam acara START Summit yang akan dilaksanakan pada akhir Februari 2020 mendatang.

Talenta Digital Indonesia Pintar-pintar, Tapi...Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Selain itu mereka membesut program sebagai inisiatif untuk meningkatkan kemampuan talenta digital Indonesia lewat Tokopedia Academy.Program ini menjadi wadah berbagi ilmu mengenai teknologi, workshop TI, kemitraan dengan berbagai komunitas TI, hingga kerjasama strategis dengan universitas.

Herman bersama tim telah merealisasikan hadirnya Tokopedia UI AI Center of Excellence sebagai salah satu inisiatif Tokopedia menjalin kerja sama dengan universitas dalam rangka mengembangkan talenta
digital Indonesia. Tokopedia UI AI Center of Excellence merupakan pusat pengembangan AI (Artificial Intelligence) pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi super-komputer deep learning NVIDIA DGX-1.

Talenta Digital Indonesia Pintar-pintar, Tapi...
(afr/fyk)