Sabtu, 25 Jan 2020 14:29 WIB

Grab Tekan Insiden Kecelakaan Hingga 39% di Indonesia

Angga Laraspati - detikInet
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Sejak diluncurkannya Roadmap Teknologi Keselamatan pada Oktober 2018, Grab menemukan penurunan insiden yang dapat dicegah sebesar 39% di Indonesia. Menurut Grab, penurunan tersebut terjadi karena adanya peluncuran 'Pusat Keselamatan' dan fitur Pemantauan Perjalanan bagi Penumpang dan Mitra Pengemudi.

Meskipun tidak ada standar keselamatan taksi atau transportasi online yang seragam di seluruh kawasan, Grab membandingkan kinerja keselamatannya dengan standar minimum kualitas layanan yang ditetapkan regulator transportasi darat Singapura untuk industri taksi.

Layanan ride-hailing Grab dikatakan lebih aman di seluruh Asia Tenggara daripada standar taksi Singapura yang sudah tinggi. Saat ini, layanan ride-hailing transportasi Grab diklaim 1,2 kali lebih aman daripada standar industri taksi Singapura dalam hal kecelakaan terkait pengemudi, dan 1,9 kali lebih aman dalam hal pelanggaran terkait pengemudi.

Belakangan ini, Grab juga telah meluncurkan beberapa fitur yang mendukung keselamatan penggunanya. Seperti misalnya:

Share My Ride/Bagikan Informasi Perjalanan: Share My Ride menawarkan kepada penumpang opsi untuk memberi akses bagi keluarga atau orang tercinta untuk melacak lokasi GPS mereka langsung dan status perjalanan.

Report a Safety Issue/Laporkan Masalah Keselamatan: Pengguna dapat dengan mudah melaporkan masalah keselamatan selama menggunakan layanan Grab.

Get Emergency Assistance/Dapatkan Pertolongan Darurat: Jika terjadi keadaan darurat, pengguna dapat meminta bantuan dari tim respons insiden Grab dalam 24 jam.

Adapun fitur Pusat Keselamatan melengkapi fitur keamanan lainnya yang telah ada sebelumnya yaitu:

SOS Button/Tombol Darurat: mitra pengemudi dapat secara mudah menekan tombol notifikasi di dalam aplikasi Grab kepada kontak darurat apabila mereka merasa terancam.

Kamera GrabSiaga: Bermitra dengan JVC-KENWOOD terdapat 3.000 GrabCar dengan kamera GrabSiaga yang dimaksudkan untuk mencegah tindakan yang tidak sesuai atau perilaku pengemudi yang agresif.

Free Call (VoIP): Penumpang dan pengemudi kini dapat memilih 'Free Call' yang akan memberikan panggilan gratis dalam aplikasi Grab.

Verifikasi Wajah Pelanggan dan Pengemudi Melalui Swafoto: Penumpang yang tergabung dalam Grab untuk pertama kalinya harus melakukan verifikasi wajah secara langsung sebagai bentuk identifikasi sebelum memesan kendaraan untuk pertama kalinya.

Grab Defence: Penyempurnaan deteksi dan antisipasi kecurangan untuk melindungi mitra pengemudi yang jujur.

Fitur terbaru lainnya adalah fitur Pemantauan Perjalanan bagi Penumpang dan Mitra Pengemudi. Melalui fitur ini Grab menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) untuk mendeteksi pemberhentian yang tidak direncanakan. Ketika sistem Grab mendeteksi pemberhentian yang tidak direncanakan, penumpang akan secara otomatis menerima pemberitahuan dalam aplikasi yang menanyakan apakah penumpang atau pengemudi memerlukan bantuan.

"Kami terus berinovasi untuk terus memungkinkan pelanggan kami mendapatkan akses ke layanan sehari-hari yang lebih berkualitas dan lebih aman. Harapan kami, penumpang akan menghargai layanan bernilai tambah yang kami tawarkan ini dan terus memilih Grab sebagai layanan pilihan mereka untuk melayani perjalanan sehari-hari," ujar Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/1/2020).

(prf/fay)