Di Forum Ekonomi Dunia, Grab Bahas soal Manfaat Teknologi

Di Forum Ekonomi Dunia, Grab Bahas soal Manfaat Teknologi

Angga Laraspati - detikInet
Rabu, 22 Jan 2020 11:26 WIB
Foto: Dok. Grab Indonesia
Jakarta - Grab bertemu dengan para pemimpin dunia dalam acara yang bertajuk 'Unlocking Technology for Good' yang dihadiri tokoh-tokoh berpengaruh di sektor publik dan swasta. Dalam pertemuan ini Grab membahas peran dan harapan perusahaan teknologi dalam menggunakan 'teknologi yang membawa dampak positif' (technology for good) dalam mendorong masyarakat lebih maju.

Acara yang digelar di sela-sela World Economic Forum Annual Meeting di Davos, Swiss ini juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan beberapa pemimpin perusahaan besar.

Pada sambutannya, Luhut menyampaikan harapan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan sektor swasta dalam memanfaatkan teknologi untuk kemajuan serta perbaikan ekonomi dan sosial bagi warga negara Indonesia.


"Cara terbaik bagi pemerintah dan pemimpin industri teknologi seperti Grab untuk bekerja sama adalah menggunakan teknologi untuk kebaikan, dan berkomitmen pada tujuan bersama, yaitu membangun generasi penerus dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas dan memecahkan masalah jangka panjang seperti polusi udara, dengan mengembangkan ekosistem kendaraan listrik," ujar Luhut dalam keterangan tertulis, Rabu (22/1/2020).

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, ada beberapa langkah untuk menjadikan sebuah teknologi memiliki dampak positif. Yang pertama adalah membuat kebijakan yang dapat memfasilitasi pertumbuhan inovasi dan ekonomi berbasis teknologi, termasuk bisnis platform digital seperti Grab.

"Teknologi akan memainkan peran kunci untuk penerapan industri 4.0, dan membuka akses ke layanan keuangan bagi semua untuk membuat inklusi keuangan menjadi kenyataan. Kedua, kami ingin peraturan kami ramah bagi investasi, sambil terus menegakkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik, khususnya pada masalah perlindungan data," tutur Airlangga.


Di sisi lain, Group CEO dan Co-founder Grab, Anthony Tan mengatakan kesenjangan keterampilan digital yang kian melebar di berbagai negara berkembang dan perdebatan tentang etika dari adaptasi teknologi, mencerminkan bahwa perusahaan teknologi dapat berbuat lebih banyak untuk dapat mulai tampil sebagai perusahaan yang bertanggung jawab.

"Grab mengambil langkah pendekatan proaktif untuk mulai mengelola perusahaan kami secara langsung, dalam memberikan mata pencaharian dan sumber penghasilan tambahan bagi mitra kami. Kami secara proaktif berkomitmen pada serangkaian prinsip utama pada proses kerja platform yang baik serta pengaplikasian teknologi AI, dan berharap hal ini dapat berfungsi sebagai dasar yang berguna bagi pemerintah dan perusahaan lainnya untuk mulai berkolaborasi dalam pemecahan masalah ini," kata Anthony.



Di Forum Ekonomi Dunia, Grab Bahas soal Manfaat Teknologi
(prf/fay)