Jumat, 17 Jan 2020 06:32 WIB

Apple Diminta Jangan Remehkan Amukan Trump

Fino Yurio Kristo - detikInet
CEO Apple Tim Cook bersama Donald Trump. Foto: Associated Press
Washington - Apple kukuh belum mau membantu penegak hukum di Amerika Serikat untuk mengungkap kasus pembunuhan, sampai-sampai Presiden Donald Trump murka karenanya. Perusahaan yang berbasis di Cupertino itu pun diminta jangan meremehkannya.

"Jika saya orang di Apple, maka saya akan memperhatikan tweet Presiden Trump itu," cetus Steve Bannon, mantan penasihat Trump.

Seperti diberitakan, Apple menolak untuk membuka dua iPhone yang digunakan tersangka penembakan di pangkalan angkatan laut AS di Pensacola, Florida pada Desember 2019.


"Kita selalu membantu Apple soal perdagangan dan banyak isu lain, tapi mereka menolak membuka ponsel yang digunakan pembunuh, pengedar narkoba dan elemen kriminal lainnya," tulis Trump. "Mereka harus berpartisipasi dan membantu negara kita yang luar biasa, sekarang!" sambungnya.

Bannon berharap Apple mau melunak dan membuka iPhone tersangka. Seandainya tidak, ia khawatir Apple bakal menerima perlakuan tidak bagus dari sang presiden.

Pendapat senada dilontarkan oleh pejabat Departemen Keuangan AS, Steven Mnuchin. "Saya memahami pandangan presiden dan sungguh penting bagi perusahaan teknologi kita bekerja sama dengan penegak hukum," cetusnya.

"Saya tahu Apple telah bekerjasama di masa silam soal isu penegakan hukum dan saya harap mereka akan terus bekerjasama," imbuhnya.



Apple Diminta Jangan Remehkan Amukan Trump


Simak Video "Trump Bantah Rencana Setop Ekspor Mesin Jet ke China"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)